
VIDETIMES – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Timur mengapresiasi inisiatif masyarakat yang secara mandiri mengelola objek wisata Teluk Lingga. Hingga saat ini, pengelolaan destinasi pesisir tersebut masih sepenuhnya berada di tangan kelompok masyarakat dan pemilik lahan setempat, belum diambil alih oleh pemerintah daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Kutai Timur, Nurullah, menjelaskan bahwa pihaknya menghormati keinginan warga yang ingin mengembangkan potensi wisatanya secara swadaya. Karena alasan tersebut, pemerintah belum melakukan intervensi pembangunan fasilitas di dalam area wisata utama, mengingat belum adanya proposal pengajuan yang masuk ke dinas.
”Mereka mau mandiri dulu sesuai kemampuan. Karena proposal juga belum masuk ke kami. Jadi saat ini yang mengelola wisata tersebut masih orang-orang lokal, bukan pemerintah,” ujar Nurullah, Selasa (2/12/2025).
Meski pengelolaan dilakukan secara mandiri, pemerintah daerah tidak lepas tangan. Nurullah memastikan Dispar akan memberikan dukungan infrastruktur penunjang di luar kawasan inti.
Salah satu rencana konkretnya adalah pembangunan jalan tembus menuju masjid di sekitar lokasi. Akses baru ini dirancang untuk menjadi jalur alternatif yang lebih dekat bagi pengunjung.
Selain dukungan aksesibilitas, Dispar juga membuka peluang lebar bagi pihak swasta yang ingin berinvestasi di kawasan tersebut.
Nurullah menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan kemudahan perizinan bagi siapa saja yang ingin memajukan pariwisata Kutim, selama memegang teguh prinsip kelestarian alam.
”Orang mau investasi kita buka lebar-lebar, baik individu maupun perusahaan, dengan catatan tidak merusak lingkungan,” tegasnya.
Sinergi antara kemandirian warga, investasi swasta, dan dukungan infrastruktur pemerintah ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Teluk Lingga sebagai destinasi wisata andalan baru di masa depan. (K/AdvKominfo)









