SAMARINDA, VIDETIMES.com – Hasil serap aspirasi (Reses) DPRD Kota Samarinda pada masa sidang ketiga Tahun 2025 menghasilka sebuah kesimpulan besar bahwa warga masih berjuang mendapatkan layanan dasar yang layak dilingkungan tempat tinggal mereka.
Persoalan infrastruktur permukiman dinilai belum sepenuhnya terjawab oleh pembangunan kota yang terus bergerak.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Arif Kurniawan, menyampaikan bahwa sebagian besar aspirasi masyarakat berfokus pada kebutuhan paling mendasar, mulai dari ketersediaan air bersih, sistem drainase, hingga penerangan jalan lingkungan.
Menurut Arif, dominasi usulan tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan kualitas layanan antarwilayah, khususnya di kawasan permukiman di luar pusat kota.
Sehingga kondisi ini berdampak langsung pada kenyamanan, keamanan, dan kesehatan warga.
“Ketika warga masih berbicara soal air bersih, parit, dan lampu jalan, itu menandakan layanan dasar belum sepenuhnya merata,” ujarnya usai rapat paripurna internal DPRD Samarinda, Senin (15/12/2025).
Ia bahkan mencontohkan wilayah Kecamatan Sungai Kunjang yang hingga kini masih menghadapi persoalan infrastruktur lingkungan.
Mulai dari drainase yang belum optimal hingga penerangan jalan yang minim, sehingga memengaruhi aktivitas warga sehari-hari.
Arif menambahkan, meskipun masyarakat diberi ruang menyampaikan beragam usulan dalam agenda reses, kebutuhan infrastruktur lingkungan tetap mendominasi.
Hal ini dinilai wajar karena dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Dalam setiap reses, warga hampir selalu kembali pada kebutuhan dasar. Ini menjadi catatan penting bagi pemerintah kota untuk mempercepat pembenahan di tingkat lingkungan,” jelas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
DPRD Samarinda menilai aspirasi warga harus menjadi pijakan utama dalam penyusunan prioritas pembangunan ke depan.
Agar arah kebijakan tidak hanya terfokus pada proyek berskala besar, tetapi juga menyentuh kebutuhan riil masyarakat dipermukiman.
“Pembangunan kota tidak boleh melompat terlalu jauh, sementara kebutuhan dasar warga belum tuntas,” pungkasnya.









