
Kutai Timur — Rencana pemerintah daerah terkait multi years contract (MYC) yang dipresentasikan pekan ini mendapat perhatian dari Fraksi Golkar DPRD Kutai Timur.
Anggota DPRD, Asti Mazar, menegaskan bahwa agenda tersebut belum masuk kategori pembahasan resmi, melainkan masih pada tahap penyampaian informasi umum mengenai desain program jangka panjang yang akan diusulkan oleh pemerintah.
Asti menyebut bahwa pertemuan itu bertujuan memberi gambaran awal kepada DPRD sebelum masuk pada proses politik anggaran.
Ia menilai penting bagi setiap anggota DPRD memahami konteks dan arah MYC sebelum pembahasan mendalam dimulai.
“Kegiatan hari ini bukan pembahasan, melainkan pemaparan awal mengenai rencana multi years,” ujarnya.
Menurut Asti, pembahasan komprehensif akan dilakukan dalam forum lanjutan yang melibatkan OPD teknis, TAPD, serta DPRD melalui Badan Anggaran (Banggar).
Ia menilai proses itu penting agar aspek teknis, kebutuhan lapangan, dan kemampuan anggaran dievaluasi secara bersama.
“Nantinya akan ada pembahasan mendalam antara pemerintah, OPD, TAPD, dan DPRD,” jelasnya.
Asti juga menyampaikan bahwa Fraksi Golkar hadir hampir penuh dalam agenda tersebut.
Satu anggota yang tidak hadir sedang menjalankan tugas kedewanan di pansus, namun koordinasi internal tetap berjalan.
“Satu anggota berhalangan karena bertugas di pansus, namun koordinasi fraksi tetap berjalan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa proses pemaparan awal seperti ini penting agar DPRD dapat mengukur manfaat, urgensi, serta dampak keuangan yang ditimbulkan oleh rencana MYC.
Setelah proses resmi dimulai, barulah fraksi menentukan sikap politiknya (ADV)









