SAMARINDA, VIDETIMES.com – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menyoroti ketimpangan fasilitas pendidikan tingkat SMP yang dinilai belum merata di Kota Tepian. Salah satu contoh nyata terjadi di Daerah Pemilihan (Dapil) II, tepatnya Samarinda Seberang, yang hingga kini hanya memiliki satu sekolah menengah pertama negeri.
“Kalau kuota di SMPN 3 penuh, anak-anak Samarinda Seberang harus sekolah ke Palaran atau Loa Janan Ilir. Ini jelas menyulitkan,” tegas Novan (24/6/2025).
Menurutnya, ketimpangan ini menyebabkan banyak orang tua terpaksa memilih sekolah jauh dari domisili demi menjamin pendidikan anak. Kondisi ini, lanjutnya, bukan sekadar permasalahan teknis, tetapi mencerminkan kurangnya keberpihakan pada akses pendidikan yang setara.
“Kita bicara kebutuhan mendesak, bukan lagi wacana. Mendirikan SMP baru di Samarinda Seberang sudah sangat urgen,” ujarnya.
Tak hanya di Dapil II, Novan juga mencatat kondisi serupa terjadi di Dapil V. Ketimpangan pembangunan sekolah, menurutnya, menciptakan beban mobilitas dan menambah biaya pendidikan tidak langsung, seperti transportasi harian.
Meski demikian, Novan menyambut baik respons Pemerintah Kota Samarinda yang telah memberikan sinyal positif untuk membangun sekolah baru di dua wilayah tersebut.
“Pak Wali Kota sudah turun ke lapangan dan hasil penilaiannya memungkinkan untuk segera dibangun. Ini langkah awal yang bagus,” katanya.
Novan menegaskan, DPRD akan terus mengawal dan mendorong percepatan realisasi pembangunan sekolah di wilayah yang belum terlayani maksimal. Ia menilai, pemerataan fasilitas pendidikan adalah kunci dari kesetaraan hak belajar bagi seluruh warga Samarinda.
“Mudah-mudahan tahun depan bisa mulai dibangun. DPRD siap kawal agar akses pendidikan benar-benar merata,” pungkasnya. (ADV/DPRD Samarinda)









