
VIDETIMES – Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara terus memperluas peran dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, penataan administrasi desa, dan penanganan keluarga berisiko. Camat Sangatta Utara, Hasdiah, menjelaskan bahwa pihaknya rutin melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM dengan menggandeng berbagai dinas teknis. Melalui pelatihan yang diberikan, pemerintah kecamatan berharap masyarakat mampu meningkatkan kualitas produk dan akses pemasaran.
“UMKM-UMKM di wilayah kami itu ikut pembinaan melalui dinas terkait, dan biasanya mereka berkoordinasi melalui kecamatan,” ujar Hasdiah, sabtu (29/11/2025).
Ia menambahkan bahwa pembinaan juga dilakukan melalui PKK, khususnya melalui program UP2K yang ada di tingkat desa hingga kecamatan. “PKK itu membina UMKM secara berjenjang dari tingkat desa sampai kabupaten,” jelasnya.
Selain pelatihan, pemerintah kecamatan turut membantu memfasilitasi pemasaran produk. Pelaku UMKM kerap diikutsertakan dalam pameran, event promosi, hingga pemenuhan kebutuhan dinas tertentu. “Kalau ada pameran atau dinas yang butuh produk UMKM, kami yang memfasilitasi,” katanya.
Di sisi lain, Kecamatan Sangatta Utara juga tengah menangani proses pemekaran tiga desa baru yang saat ini berstatus sebagai desa persiapan. Hasdiah menegaskan bahwa status tersebut belum definitif sehingga administrasi kependudukan masih menginduk pada Sangatta Utara. “Pemekaran ini masih desa persiapan, jadi NIK dan status kependudukan masih tetap Sangatta Utara,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa proses menjadi desa definitif bergantung pada aturan, dengan masa maksimal dua tahun, meski bisa lebih lama mengikuti kebijakan pusat.
Pemerintah kecamatan juga menempatkan perhatian khusus pada penanganan keluarga berisiko. Berdasarkan data terbaru dari DPPKB, terdapat ribuan keluarga masuk kategori tersebut berdasarkan indikator seperti tidak memiliki air bersih, jamban, drainase, tidak ber-KB, hingga berada pada desil rendah.
“Data dari DPPKB itu akan kami verifikasi kembali di lapangan,” jelas Hasdiah. (K/AdvKominfo)









