
Kutai Timur – Pembangunan jalan penghubung di wilayah pesisir Kutai Timur diproyeksikan menjadi salah satu proyek strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Anggota DPRD Kutim, Ahmad Sulaiman, menyampaikan bahwa proyek tersebut diharapkan dapat mulai dikerjakan pada tahun 2026 melalui skema multiyears (MY).
“Harapan kita penetapan multiyears nanti di 2026 menjadi titik awal pekerjaan. Ini yang akan saya kawal sampai selesai,” ujarnya.
Menurut Ahmad, jika akses jalan dari Tanjung Mangkaliat menuju Sandaran serta jalur-jalur lain di wilayah pesisir terbangun, maka konektivitas antarkecamatan akan meningkat signifikan.
Jalur tersebut bahkan dapat menghubungkan Kutai Timur dengan Kabupaten Berau.
“Dari Tanjung Mangkaliat bisa tembus ke Berau, ke Sangkuliran, bahkan ke Karangan,” jelasnya.
Peningkatan konektivitas ini, lanjut Ahmad, akan memberikan dampak berganda bagi perekonomian masyarakat.
Mobilitas barang menjadi lebih mudah, harga kebutuhan pokok bisa turun, dan sektor usaha kecil dapat tumbuh.
“Multiplayer effect-nya luar biasa. Ini akan menghidupkan ekonomi pesisir,” tegasnya.
Selain berdampak ekonomi, pembangunan jalan juga dapat meningkatkan layanan publik seperti kesehatan dan pendidikan.
Warga yang sebelumnya kesulitan mengakses puskesmas atau sekolah dapat terbantu dengan adanya jalur darat yang layak.
Ahmad menegaskan bahwa masyarakat Sandaran dan sekitarnya sudah terlalu lama menunggu kehadiran infrastruktur dasar.
“Ini yang paling diharapkan masyarakat. Jalan adalah kebutuhan mereka sejak lama,” katanya.
Ia juga menyampaikan komitmennya untuk mengawal proyek tersebut hingga rampung.
“Kita akan kawal sampai tuntas. Ini perjuangan yang harus sampai garis akhir,” ujarnya.
Dengan terbangunnya akses tersebut, wilayah yang sebelumnya terisolasi diyakini dapat berkembang pesat.
Pemerataan pembangunan dinilai akan semakin nyata di Kutai Timur. (ADV)









