
Kutai Timur — Anggota DPRD Kutai Timur, Yusri Yusuf, menekankan pentingnya pengawalan terhadap proyek-proyek infrastruktur yang diusulkan dalam skema Multiyears Contract (MYC).
Ia menyebutkan bahwa Dapil 2 menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan usulan pembangunan jalan strategis, seperti Jalan Muara Bengalon dan Jalan Poros Rantau Pulung.
Dalam rapat pembahasan bersama pemerintah daerah, Yusri memaparkan bahwa total terdapat 32 paket pekerjaan yang diajukan untuk MYC.
Menurutnya, jumlah tersebut menjadi peluang besar untuk mempercepat pemerataan pembangunan di Kutai Timur.
“Total ada 32 paket pekerjaan yang tersebar di lima dapil. Ini perlu kita kawal bersama agar pelaksanaannya berjalan baik,” kata Yusri.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah program yang masuk dalam RPJMD juga diikutsertakan ke dalam usulan MYC, terutama proyek jalan penghubung di Dapil 2.
Salah satu yang diusulkan adalah pembangunan jalan tembus dari simpang Muara Bengalon menuju Muara Bengalon.
“Jalan dari simpang Muara Bengalon sampai Muara Bengalon sudah diajukan dalam usulan multiyears,” ujarnya.
Selain itu, peningkatan Jalan Poros Rantau Pulung turut mendapat perhatian pemerintah daerah dan diproyeksikan mulai dikerjakan pada tahun depan.
Yusri menyambut baik hal tersebut karena jalur itu merupakan akses vital bagi masyarakat.
Ia juga menyoroti pentingnya pembangunan Jalan Ring Road yang direncanakan sebagai jalur alternatif kendaraan bermuatan berat dari poros Bontang–Sangatta.
Menurutnya, kehadiran jalan tersebut akan meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan mengurangi kepadatan arus transportasi utama.
“Ring Road ini nantinya akan menjadi jalur pengalihan bagi kendaraan besar sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan,” jelasnya.
Dengan banyaknya proyek yang diusulkan, Yusri menegaskan bahwa seluruh pihak harus mengawal prosesnya agar pembangunan tidak hanya menjadi rencana di atas kertas.
Ia menilai bahwa pengawasan bersama diperlukan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kita semua punya peran untuk mengawal agar proyek yang telah diusulkan dapat terealisasi tepat waktu,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan melalui skema multiyears membutuhkan perencanaan matang dan pengawasan ketat karena pelaksanaannya berlangsung lebih dari satu tahun anggaran.
Jika tidak dikawal, proyek berisiko tertunda atau tidak selesai sesuai target.
Menurut Yusri, pembangunan infrastruktur di Dapil 2 akan memberikan dampak besar terhadap konektivitas antarwilayah, pelayanan publik, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia berharap seluruh usulan dalam MYC dapat diprioritaskan berdasarkan urgensi dan manfaatnya.
Dengan demikian, pembangunan di Kutai Timur dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini membutuhkan perhatian lebih. (ADV)









