
VIDETIMES – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Bupati Ardiansyah Sulaiman memastikan komitmennya untuk mengoptimalkan kekayaan sejarah dan budaya daerah. Pengembangan jalur khusus wisata sejarah akan menjadi prioritas utama, terlepas dari progres pembangunan museum yang masih dalam tahap kajian.
Bupati Ardiansyah menjelaskan bahwa Kutim menyimpan peninggalan sejarah dan antropologi yang luar biasa, namun belum diekspos secara maksimal ke publik.
“Apakah ada museum atau tidak, kita tetap akan membuka jalur untuk mendatangi tempat-tempat yang bersejarah itu,” ujarnya, Senin 24/11/2025.
Salah satu fokus utama dari inisiatif ini adalah kawasan Makam Mangkal Lihat di Sangkulirang. Di area ini, terdapat sejumlah goa prasejarah yang diyakini menyimpan bukti-bukti peninggalan antropologi dan sejarah vital yang harus digali dan dilestarikan.
“Kekayaan sejarah ini adalah aset daerah yang tak ternilai. Sebenarnya banyak sekali hal-hal yang memang kalau digali ini luar biasa,” tegas Bupati Ardiansyah.
Selain Sangkulirang, Bupati Ardiansyah memaparkan sejumlah lokasi lain yang masuk dalam rencana pengembangan jalur wisata sejarah di Kutim, Karangan: Wilayah Batu Lebok, Bengalon: Jalur sungai, termasuk situs bersejarah Batu Aji dan Gunung Kombeng: Akses menuju kawasan Gunung Kombeng.
Pengembangan jalur wisata ini bahkan direncanakan meluas hingga ke wilayah perbatasan Kabupaten Berau.
Inisiatif ini diharapkan mampu memberikan dampak ganda, yaitu meningkatkan sektor pariwisata daerah sekaligus berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk memahami akar sejarah dan kebudayaan mereka.(K/AdvKominfo)









