
VIDETIMES – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan produksi pangan. Salah satu bentuk sinergi tersebut dilakukan bersama Kepolisian Resor (Polres) Kutim dalam mendukung program ketahanan pangan, khususnya komoditas jagung.
Kabid Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, mengatakan bahwa kerja sama dengan Polres Kutim merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pertanian dan Kepolisian Republik Indonesia dalam pengembangan jagung nasional.
“Polres ikut berperan aktif dalam pengembangan jagung di Kutai Timur. Kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak Polres untuk beberapa bantuan yang akan diajukan ke Kementerian Pertanian,” jelas Dessy,Kamis (20/11/2025)
Menurut Dessy, sinergi ini terbukti berdampak positif. Sebelumnya, masyarakat di beberapa wilayah Kutim belum terlalu memprioritaskan tanaman jagung dan hanya menanam jika ada bantuan benih dari pemerintah. Namun, sejak keterlibatan Polres, luas tanam jagung di Kutim mengalami peningkatan signifikan. “Sekarang sudah ada peningkatan baik dari sisi luas tanam maupun luas panen jagung di beberapa kecamatan,” ujarnya.
Lebih lanjut, DTPHP Kutim juga telah mengajukan proposal bantuan perluasan tanam jagung seluas 426 hektare ke Kementerian Pertanian untuk tahun 2025. Diharapkan, program ini dapat terus didukung pemerintah pusat agar produktivitas jagung di Kutim semakin meningkat dan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Kolaborasi ini sangat membantu, karena dukungan dari Polres membuat masyarakat lebih semangat menanam jagung. Kita ingin program ini berkelanjutan dan terus berkembang,” tutup Dessy.
Kerja sama strategis ini menjadi bukti nyata sinergi antara sektor pertanian dan aparat penegak hukum dalam memperkuat ketahanan pangan di Kutai Timur. (K/AdvKominfo)









