
VIDETIMES – Penyakit Tidak Menular (PTM) kini menjadi tantangan terbesar yang dihadapi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur. Jenis penyakit seperti diabetes melitus, hipertensi, dan jantung terus meningkat, bahkan telah menjadi penyumbang kasus tertinggi secara nasional.
Plt. Kepala Dinkes Kutim, Sumarno, menjelaskan bahwa perubahan tren penyakit di masyarakat kini beralih dari penyakit menular ke tidak menular.
“Kalau dulu fokus kita pada penyakit menular, sekarang justru PTM yang paling banyak ditemukan. Ini bukan hanya di Kutim, tapi juga nasional,” terangnya,Minggu (23/11/2025)
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh pola hidup masyarakat yang semakin tidak sehat. Gaya hidup modern yang kurang aktif, konsumsi makanan cepat saji, serta stres tinggi menjadi faktor utama meningkatnya kasus PTM.
“Penyakit seperti kencing manis, tekanan darah tinggi, dan jantung erat kaitannya dengan gaya hidup. Kalau masyarakat mau lebih disiplin menjaga makan dan olahraga, sebenarnya bisa dicegah,” ujar Sumarno.
Sebagai langkah nyata, Dinkes Kutim telah menjalankan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mendeteksi dini penyakit berisiko tinggi. Program ini dinilai efektif membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sebelum terlambat.
“Dengan CKG, masyarakat bisa tahu lebih awal kondisi tubuhnya. Kalau ada indikasi penyakit, langsung kita tangani dan beri edukasi,” tambahnya.
Sumarno menegaskan, keberhasilan menekan angka PTM tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjalankan pola hidup sehat.
“Kalau masyarakat sadar, angka penyakit bisa turun. Karena kuncinya ada pada kebiasaan sehari-hari,” tegasnya.
Ia menambahkan, peningkatan kesadaran masyarakat akan berpengaruh besar pada kualitas hidup dan produktivitas warga Kutim. Pemerintah daerah pun terus berupaya membangun budaya hidup sehat di seluruh lapisan masyarakat.
“Kami terus berkomitmen menciptakan masyarakat Kutim yang sehat dan produktif,” tutup Sumarno.(Adv/Kominfo)









