
VIDETIMES – Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dinas Pariwisata Kutai Timur terus mengintensifkan upaya pengembangan sektor ekonomi kreatif melalui peningkatan kapasitas pelaku, pendataan, dan pembinaan berkelanjutan. Hal ini disampaikan Kabid Ekraf Dinas Pariwisata Kutim, Akhmad Rifanie, yang menegaskan bahwa penguatan ekosistem ekraf menjadi fokus utama pihaknya tahun ini.
Menurut Akhmad, sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena melibatkan berbagai subsektor yang memiliki nilai ekonomi tinggi. “Ekraf ini tidak bisa berdiri sendiri, harus dikembangkan dengan pola kolaboratif agar pelakunya tumbuh bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Bidang Ekraf saat ini terus mendorong sejumlah program strategis, di antaranya pendataan pelaku ekraf di seluruh kecamatan, peningkatan kompetensi melalui pelatihan, serta fasilitasi promosi produk lokal. Semua ini bertujuan menciptakan ekosistem yang lebih kuat dan terukur. “Kita ingin pelaku ekraf di Kutim tidak hanya berkembang, tetapi juga mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” tambahnya.
Akhmad juga menekankan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari komunitas dan pelaku industri kreatif. Oleh karena itu, pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi komunitas untuk bekerjasama dalam kegiatan pelatihan, festival, maupun event promosi. “Kami selalu siap berkolaborasi, karena pengembangan ekraf adalah pekerjaan bersama. Pemerintah hanya fasilitatornya,” tegasnya.
Dengan fokus pada penguatan SDM, peningkatan literasi digital, serta pembukaan akses pemasaran, Bidang Ekraf optimistis sektor ekonomi kreatif di Kutai Timur dapat tumbuh lebih cepat. Upaya ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat serta meningkatkan kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap pendapatan daerah. (Adv/Kominfo)









