SAMARINDA, VIDETIMES.com – Pemerintah Kota Samarinda tengah mengembangkan sekolah terpadu bertaraf internasional di kawasan Loa Bakung. Proyek ambisius senilai Rp69 miliar ini mendapat apresiasi dari Komisi IV DPRD Samarinda, khususnya dari anggota Komisi IV, Ismail Latisi.
Menurut Ismail, keberadaan sekolah unggulan semacam ini sangat penting dimiliki oleh setiap daerah. Selain berfungsi sebagai sarana pendidikan berkualitas, sekolah tersebut diharapkan bisa menjadi contoh bagi satuan pendidikan lain di Kota Tepian.
“Setiap daerah idealnya punya minimal satu sekolah unggulan. Tapi, kita juga harus memastikan sekolah-sekolah lain tetap mendapat perhatian yang sama dari pemerintah,” ujarnya baru-baru ini.
Sekolah internasional ini akan dibangun di atas lahan seluas dua hektare, tepatnya di kawasan SMP 16 Loa Bakung. Nantinya, sekolah ini akan menampung jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA dengan sistem bilingual, yakni menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Dengan fasilitas lengkap dan kurikulum yang dirancang setara standar internasional, sekolah ini diprediksi bakal menjadi pilihan favorit para orang tua murid di Samarinda.
Namun, Ismail mengingatkan agar proses penerimaan siswa baru dilakukan secara transparan dan selektif. Ia khawatir, apabila seleksi tidak diperketat, akan muncul celah praktik suap demi meloloskan siswa ke sekolah tersebut.
“Pengawasan dari Dinas Pendidikan harus diperkuat. Indikator penerimaan siswa harus jelas dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Politisi Komisi IV ini menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari kemegahan bangunan, tetapi juga dari integritas sistem yang diterapkan.
“Kalau sistem seleksinya baik dan bersih, lulusan yang dihasilkan juga pasti berkualitas,” pungkasnya.(Adv/DPRD Samarinda)









