
VIDETIMES – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya untuk menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan kelestarian lingkungan. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyatakan bahwa meskipun investasi di daerah terus berkembang, prinsip ekologi tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Menurut Ardiansyah, pembangunan yang berkelanjutan harus berjalan selaras dengan konservasi alam agar sumber daya Kutim tetap terjaga untuk generasi mendatang.
“Regulasi tetap kita jaga ya. Misalnya kebun sawit itu setiap mereka harus punya 20 persen untuk konservasi ya. Itu wajib ada,” tegas Ardiansyah, Rabu (19/11/2025).
Bupati menjelaskan bahwa kebijakan konservasi tersebut tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga bagian dari upaya menjaga ekosistem secara holistik.
Setiap perusahaan yang beroperasi di wilayah Kutim, terutama di sektor perkebunan dan pertambangan, wajib mematuhi aturan ini agar dampak lingkungan dapat diminimalkan.
“Regulasi ini yang penting kita jaga,” ujarnya.
Pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan ketat, berkoordinasi dengan instansi terkait, dan memastikan setiap izin usaha disertai komitmen terhadap kelestarian lingkungan.
Langkah ini dimaksudkan agar pembangunan ekonomi tidak mengorbankan keanekaragaman hayati dan kualitas lingkungan hidup Kutim.
Ardiansyah menambahkan, pelaku usaha tidak boleh hanya mengejar keuntungan semata, tetapi harus ikut berperan aktif menjaga keseimbangan alam.
“Dengan pengawasan yang baik dan kepatuhan terhadap regulasi, Kutim dapat menjadi contoh daerah yang ramah investasi sekaligus ramah lingkungan, menciptakan sinergi antara pembangunan fisik dan tanggung jawab ekologis,” Ujarnya.
Dengan strategi ini, Pemkab Kutim berharap keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian alam tetap terjaga, sehingga daerah yang kaya sumber daya ini bisa berkembang secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. (K/AdvKominfo)









