
VIDETIMES – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menyiapkan langkah konkret untuk memperkuat sektor perikanan air tawar. Salah satunya dengan melakukan kajian potensi di sejumlah wilayah yang memiliki sumber air melimpah.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menegaskan bahwa kebijakan pengembangan perikanan harus berbasis data dan hasil penelitian di lapangan, bukan sekadar rencana di atas kertas.
“Kita perlu studi-studi yang jelas. Jangan sampai programnya hanya di atas kertas,” tegasnya, Senin (17/11/2025).
Ia menjelaskan, hasil kajian tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan arah kebijakan dan bentuk dukungan terhadap pelaku usaha perikanan rakyat. Dengan begitu, program yang dijalankan akan lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan Masyarakat yang ada di Kutim
Mahyunadi juga menyoroti pentingnya keterlibatan banyak pihak dalam membangun ekosistem usaha perikanan. Ia menyebut, peran pelaku usaha, lembaga riset, dan perbankan sangat dibutuhkan agar sektor ini punya daya tahan dan akses pendanaan yang kuat.
“Kalau semua pihak mau ikut terlibat, saya yakin sektor ini bisa berkembang,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga akan berupaya menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM), termasuk di bidang perikanan.
Dukungan dari pemerintah daerah serta regulasi dan kemudahan perizinan menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat untuk berani berusaha.
“Yang penting peluang itu ada. Sekarang tinggal bagaimana kita membangun minat masyarakat agar berani mencoba,” pungkasnya. (K/Kominfo)









