
VIDETIMES – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) terus mendorong peningkatan produksi pisang Kepok Grecek sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.
Kepala Bidang Hortikultura DTPHP Kutim, Wahyudi Noor, menyebutkan, dalam dua tahun terakhir pihaknya fokus memperluas areal tanam di beberapa kecamatan, terutama di Kaliorang sebagai sentra utama.
“Selama periode 2023 hingga 2024, kami telah menambah luas tanam sekitar 250 hektare. Sehingga total luas areal pisang Kepok Grecek di Kutai Timur kini mencapai sekitar 1.700 hingga 1.800 hektare, berdasarkan data dari BPS,” ungkapnya Jumat (21/11/2025)
Ia menjelaskan, pengembangan tidak hanya terpusat di Kaliorang, tetapi juga merambah ke beberapa kecamatan lain seperti Kaubun, Bengalon, Muara Ancalong, dan Long Mesangat. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ketersediaan pasokan buah dan mendukung keberlanjutan produksi, baik untuk kebutuhan lokal maupun peluang ekspor.
“Kaliorang menjadi pusat budidaya karena kondisi tanah dan iklimnya cocok untuk pengembangan pisang Kepok Grecek. Pemerintah juga terus memberikan pendampingan teknis kepada kelompok tani agar kualitas produksi meningkat,” tambahnya.
Menurut Wahyudi, penguatan sektor hortikultura ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Kutim dalam membangun pertanian berdaya saing dan berkelanjutan, sejalan dengan visi transformasi ekonomi daerah yang menitikberatkan pada sumber daya yang dapat diperbarui.
“Harapannya, pisang Kepok Grecek Kutai Timur semakin dikenal secara nasional maupun internasional sebagai produk unggulan daerah,” tutupnya. (K/AdvKominfo)









