
VIDETIMES – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menatap sektor ekonomi baru di luar perkebunan sawit. Salah satu yang kini dilirik adalah perikanan air tawar. Namun pemerintah menegaskan, pengembangan sektor ini tidak akan dilakukan dengan cara memaksa masyarakat.
Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, mengatakan pemerintah ingin mendorong masyarakat yang memang punya minat di bidang perikanan, bukan sekadar menjalankan program formalitas. Menurutnya, keberhasilan sektor ini sangat bergantung pada kemauan masyarakat sendiri untuk mencoba dan bertahan.
“Kita akan maksimalkan orang-orang yang punya minat di bidang perikanan. Pemerintah tidak bisa memaksa, tapi kalau ada yang mau berusaha di situ, tentu akan kita dorong,” ucap Mahyunadi, Jumat (14/11/2025).
Ia menjelaskan, sektor perikanan tidak bisa tumbuh hanya karena kebijakan pemerintah. Perlu kesadaran dan keyakinan dari masyarakat bahwa usaha perikanan juga bisa menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan, terutama di wilayah yang memiliki potensi air tawar.
“Pemerintah hanya bisa memfasilitasi. Tapi kalau masyarakat sendiri tidak tertarik, ya susah juga. Karena hasilnya harus bisa bersaing dengan sawit atau sektor lain,” jelasnya.
Mahyunadi menilai, pengembangan perikanan bukan hanya soal membuat kolam dan menebar benih, tetapi bagaimana menumbuhkan nilai tambah dari hasilnya. Inovasi dalam pengelolaan, pengolahan, hingga pemasaran hasil ikan menjadi kunci agar usaha ini bisa bertahan dan berkembang.
“Kalau ke depan sektor ini bisa memberikan hasil yang menjanjikan, tentu akan menjadi pendapatan alternatif bagi masyarakat dan daerah,” katanya.
Ia menegaskan, Pemkab Kutim tetap membuka ruang bagi siapa pun yang mau mencoba, terutama generasi muda di desa-desa yang memiliki sumber air potensial. Pemerintah siap memberikan pendampingan agar potensi itu bisa menjadi kekuatan ekonomi baru di Kutim. (K/advKominfo)









