
VIDETIMES – Rencana pembentukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru yang khusus menangani bidang ekonomi kreatif di Kutai Timur dinilai perlu kajian mendalam.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutai Timur, Akhmad Rifani, yang menilai gagasan tersebut positif namun harus disesuaikan dengan kemampuan daerah.
Menurut Rifani, pemisahan bidang ekonomi kreatif menjadi dinas atau badan tersendiri akan membuat kerja dan arah kebijakan lebih fokus. Namun, ia menekankan bahwa pembentukan OPD baru tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Ada sejumlah aspek yang harus dipertimbangkan, mulai dari kebutuhan anggaran, regulasi, hingga kesiapan sumber daya manusia.
“Untuk membuat sebuah OPD baru tentu tidak hanya soal niat. Ada banyak hal yang perlu dipikirkan, seperti anggarannya, perangkat peraturan seperti perda, serta kesiapan daerah dalam menjalankannya,” ujar Rifani, Selasa (25/11/2025)
Ia menjelaskan, jika OPD baru dibentuk, maka akan ada struktur kelembagaan baru dengan pejabat dan perangkat kerja yang juga harus disiapkan. Hal itu tentu membutuhkan tambahan biaya dan penyesuaian administratif.
“Kalau memang daerah mampu, silakan saja dibentuk. Tapi kalau belum, sebaiknya sementara masih tetap bergabung di Dinas Pariwisata, sambil melihat perkembangan ke depan,” tambahnya.
Rifani menilai, meskipun masih berada di bawah Dinas Pariwisata, bidang ekonomi kreatif tetap bisa berjalan optimal dengan dukungan lintas sektor. Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah memperkuat koordinasi antar-OPD dan memperjelas arah pengembangan ekonomi kreatif di Kutai Timur. (K/AdvKominfo)









