
VIDETIMES — Pemerintah Desa Swarga Bara terus mendorong pertumbuhan ekonomi warga melalui pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Salah satunya lewat program pelatihan pengolahan makanan yang didanai dari alokasi dana RT.
Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman, mengatakan 20 persen dari dana RT sebesar Rp50 juta digunakan untuk pemberdayaan masyarakat.
“Dana itu kami arahkan untuk pelatihan-pelatihan seperti pengolahan makanan, amplang, dan kue tradisional,” jelasnya, Jumat (14/11/2025).
Ia menambahkan, pelatihan tersebut telah menghasilkan sejumlah pelaku UMKM baru yang kini mulai mandiri.
Beberapa produk bahkan mulai dikenal di media sosial dan mendapat pesanan dari luar daerah.
“Banyak yang kami tidak tahu ternyata produknya viral di media sosial. Setelah dicek, ternyata mereka warga Swarga Bara,” katanya.
Selain itu, pemerintah desa juga menggandeng pihak perusahaan seperti PT Paman dan kelompok ibu PKK untuk membina pelaku UMKM.
Menurut Wahyuddin, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama agar UMKM desa terus bertumbuh.
Ia menjelaskan, produk-produk unggulan seperti amplang, saraba bubuk, dan jahe instan kini sudah memiliki kemasan menarik dan siap masuk ke pasar modern.
“Kami bersyukur, produk UMKM Swarga Bara sudah tidak hanya dijual di pasar tradisional, tapi mulai menembus swalayan besar,” ujarnya.
Program pengembangan UMKM juga diharapkan menjadi sarana menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi lokal.
“Kalau UMKM tumbuh, desa otomatis maju. Itu arah pembangunan kami,” tegas Wahyuddin. (K/Kominfo)









