
Kutai Timur — Panitia Khusus (Pansus) Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kutai Timur menyoroti belum tersusunnya grand strategy dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang memiliki peran penting dalam penataan ruang daerah.
Ketua Pansus, Faizal Rachman, menilai ketiadaan strategi jangka panjang ini dapat menghambat proses penyelarasan arah pembangunan sektoral dengan RTRW yang sedang dibahas.
Ia menegaskan bahwa dokumen tata ruang tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan strategi dari OPD terkait.
“Seluruh OPD harus memiliki grand strategy karena hal itu akan menentukan arah pemanfaatan ruang,” ujarnya.
Faizal mengungkapkan beberapa OPD seperti Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan hingga kini belum menyerahkan dokumen strategi jangka panjang yang dibutuhkan untuk memperkuat pembahasan.
Ketiadaan dokumen tersebut menyebabkan Pansus harus mengulang sejumlah proses verifikasi karena tidak ada acuan yang memadai untuk menilai kesesuaian rencana sektoral dengan RTRW.
“Sinkronisasi itu seharusnya dilakukan pemerintah sebelum dokumen masuk ke DPRD,” tegasnya.
Ia menilai kurangnya kesiapan OPD berpotensi memperlambat pembahasan, padahal RTRW merupakan dokumen penting untuk memetakan arah pembangunan daerah selama 20 tahun ke depan.
Lebih lanjut, Faizal menjelaskan bahwa tanpa grand strategy, sejumlah sektor berisiko kehilangan arah pembangunan, terutama bidang yang memerlukan zonasi khusus seperti pariwisata, transportasi, serta pengelolaan lingkungan hidup.
Hal ini dapat memicu ketidakteraturan pemanfaatan ruang dan menghambat investasi yang membutuhkan kepastian perencanaan wilayah.
Kondisi tersebut juga berpotensi memperlambat proses pengesahan RTRW yang seharusnya diselesaikan sesuai target waktu.
Untuk mempercepat proses finalisasi, Faizal meminta seluruh OPD teknis segera menyusun dan menyerahkan strategi lengkap agar Pansus dapat melanjutkan pembahasan secara efektif.
Ia mengingatkan bahwa kejelasan strategi merupakan fondasi penting dalam penataan ruang.
“Tanpa strategi yang jelas, penataan ruang tidak akan berjalan efektif,” katanya. (ADV)









