
Sangatta, Videtimes.com – Pandangan Umum Fraksi Partai NasDem DPRD Kutai Timur yang dibacakan oleh Aldriyansyah dalam Rapat Paripurna terkait Raperda APBD 2026 menekankan pentingnya transparansi, konsistensi data, dan kesesuaian anggaran dengan peraturan perundang-undangan. NasDem menilai bahwa penyampaian dan pembahasan rancangan APBD masih menyisakan sejumlah kejanggalan yang perlu diperjelas oleh pemerintah daerah.
Dalam pandangannya, Aldriyansyah menegaskan bahwa penyusunan APBD 2026 harus mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Ia menyampaikan bahwa APBD merupakan pedoman utama bagi seluruh perangkat daerah dalam menentukan batas maksimal anggaran serta arah program pembangunan.
Namun, Fraksi NasDem mencatat adanya perbedaan signifikan antara data pada Nota Pengantar KUA–PPAS dengan data yang diajukan dalam Raperda APBD. Pemerintah daerah awalnya memproyeksikan pendapatan sebesar Rp 4,8 triliun, tetapi kemudian menaikkan estimasi pendapatan menjadi Rp 5,736 triliun. Kenaikan sebesar Rp 868,8 miliar ini dinilai tidak disertai penjelasan formal mengenai sumber tambahan pendapatan tersebut.
“Kami mempertanyakan apa dasar perubahan angka itu, dan dari mana sumber penambahannya. Hal ini penting agar publik mendapatkan gambaran jelas mengenai kondisi keuangan daerah,” tegas Aldriyansyah.
Selain mempertanyakan pendapatan, NasDem juga meminta kejelasan mengenai program dan kegiatan yang menerima tambahan alokasi anggaran dari kenaikan belanja daerah. Fraksi menilai bahwa penggunaan anggaran harus sejalan dengan prioritas pembangunan dan kebutuhan masyarakat.
Terkait pembiayaan daerah, NasDem turut menyoroti alokasi penyertaan modal kepada BUMD sebesar Rp 25 miliar. Fraksi meminta kajian yang lebih komprehensif agar setiap rupiah anggaran dapat memberikan manfaat maksimal.
Dengan berbagai catatan kritis tersebut, Fraksi NasDem berharap APBD 2026 dapat menjadi instrumen pembangunan yang tepat sasaran, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat Kutai Timur. (Adv)









