SAMARINDA, VIDETIMES.com – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyoroti masih rendahnya minat baca masyarakat di Ibu Kota Kalimantan Timur tersebut. Ia menilai budaya literasi di kalangan warga belum menjadi perhatian serius, padahal membaca adalah fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul.
“Minat baca masih tergolong rendah. Pemerintah perlu memberi contoh langsung kepada masyarakat tentang pentingnya literatur untuk memperluas wawasan,” kata Puji (23/7/2025).
Meski tak merinci indikator yang digunakan, Puji mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda. Dalam kurun 2023–2024, Tingkat Gemar Membaca (TGM) warga tercatat 69,46 poin. Angka itu naik menjadi 71,04 pada 2024–2025. Namun, kenaikan tersebut dinilai belum signifikan.
Menurutnya, Pemkot Samarinda harus segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan gairah membaca masyarakat, tidak hanya melalui program seremonial, tetapi juga lewat regulasi yang mendorong OPD terkait bekerja lebih kreatif.
“Regulasi penting agar OPD bisa bergerak secara struktural dan mencari ide-ide segar. Tanpa regulasi yang mendukung, inovasi akan sulit berjalan maksimal,” ujarnya.
Puji turut menyoroti kondisi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Samarinda yang hingga kini belum mampu maksimal dalam meluncurkan program literasi akibat keterbatasan anggaran. Ia menyebut efisiensi dana dari pusat berdampak langsung pada keterbatasan gerak dinas.
“Banyak program terhambat karena keterbatasan anggaran. Akibatnya, dinas menjadi stagnan dan tidak bisa berinovasi. Kalau begini terus, bagaimana bisa mencetak SDM unggul di Samarinda?” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa meningkatkan budaya literasi bukan hanya tugas pemerintah semata. Masyarakat juga dituntut untuk memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya membaca.
Puji mengimbau agar semua elemen, termasuk lembaga pendidikan dan komunitas literasi, turut aktif menyebarkan semangat membaca hingga ke lingkungan rumah tangga.
“Literatur adalah pondasi SDM unggul. Kalau masyarakat tidak peduli pada buku dan wawasan, bagaimana kita bisa mencetak generasi berprestasi?” pungkasnya. (Adv/DPRD Samarinda)









