Samarinda, VIDETIMES.com – Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Maswedi, menekankan pentingnya penerapan standar keselamatan bangunan dalam setiap program revitalisasi pasar tradisional di Kota Samarinda. Ia menilai, pembenahan pasar tidak cukup hanya mengedepankan aspek modernisasi fisik dan digitalisasi layanan, tetapi harus diawali dengan jaminan keamanan bagi pedagang dan pengunjung.
Maswedi mengungkapkan bahwa pasar tradisional merupakan ruang publik dengan aktivitas tinggi dan kepadatan pengunjung yang besar. Karena itu, penguatan sistem keselamatan bangunan harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahap perencanaan dan pelaksanaan revitalisasi.
“Pasar adalah pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Keamanan dan keselamatan pengunjung serta pedagang harus menjadi fondasi utama sebelum berbicara soal tampilan atau teknologi,” ujarnya.
Ia menyoroti sejumlah aspek teknis yang perlu mendapat perhatian serius, seperti keberadaan jalur evakuasi yang jelas, sistem pemadam kebakaran yang berfungsi optimal, instalasi listrik yang tertata rapi, serta pengaturan struktur bangunan yang sesuai dengan standar keselamatan.
Menurut Maswedi, pengalaman kebakaran pasar di sejumlah daerah lain seharusnya menjadi pembelajaran penting bagi Pemerintah Kota Samarinda. Ia menilai revitalisasi Pasar Pagi dan pasar tradisional lainnya harus didahului dengan audit teknis menyeluruh berbasis kajian risiko.
“Jangan sampai revitalisasi menyisakan titik rawan. Ini menyangkut keselamatan ribuan orang yang beraktivitas setiap hari,” tegas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.
Selain itu, Maswedi juga menyoroti pentingnya penyediaan fasilitas pendukung keselamatan yang kerap terabaikan, seperti hidran yang berfungsi, ruang terbuka sebagai titik kumpul darurat, serta pengaturan lapak agar tidak menutup akses evakuasi.
“Hal-hal sederhana seperti ini sering luput dari perhatian, padahal dampaknya sangat besar jika terjadi kondisi darurat,” jelasnya.
Ia mendorong agar penataan pasar dilakukan dengan melibatkan berbagai instansi terkait, mulai dari Dinas PUPR, Dinas Pemadam Kebakaran, hingga lembaga teknis sertifikasi bangunan. Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan pasar tradisional memiliki sistem keamanan yang kuat dan berkelanjutan.
“Pasar adalah kawasan yang kompleks. Tidak bisa ditangani oleh satu OPD saja. Semua harus terlibat agar hasilnya optimal dan aman dalam jangka panjang,” katanya.
Tak hanya fokus pada infrastruktur, Maswedi juga menekankan pentingnya edukasi keselamatan bagi para pedagang. Pemahaman tentang penggunaan listrik yang aman, penataan barang dagangan, hingga prosedur penanganan keadaan darurat dinilai perlu ditingkatkan.
“Pedagang adalah pihak yang paling dekat dengan aktivitas harian. Edukasi keselamatan akan sangat membantu mencegah risiko sejak dini,” tambahnya.
Ke depan, DPRD Samarinda mendorong agar standar keselamatan pasar tradisional dituangkan secara tegas dalam regulasi daerah. Dengan regulasi yang jelas, ia berharap revitalisasi pasar di berbagai kawasan dapat berjalan konsisten dan merata.
“Jika standar keselamatan diterapkan secara menyeluruh, kualitas pasar tradisional kita akan meningkat dan kepercayaan masyarakat untuk berbelanja juga semakin kuat,” pungkas Maswedi.









