
Kutai Timur – Anggota DPRD Kutai Timur dari Fraksi NasDem, Leny Susilawati Anggraini, menilai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, khususnya perempuan, semakin berat akibat ketidakstabilan ekonomi dan kebijakan efisiensi anggaran di berbagai level pemerintahan.
Ia memandang kondisi tersebut dapat mengancam keberlangsungan usaha kecil yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga.
Leny menjelaskan bahwa sebagian besar pelaku UMKM perempuan merupakan ibu rumah tangga yang mengandalkan usaha mikro untuk memenuhi kebutuhan harian.
Karena itu, pengetatan anggaran berpotensi mempersempit akses mereka terhadap program bantuan.
“Situasi ekonomi saat ini tidak sepenuhnya kondusif, terutama bagi UMKM perempuan yang rentan terhadap perubahan kebijakan,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah harus diperkuat agar UMKM tetap bertahan.
Menurutnya, kebijakan pembinaan harus dirancang berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.
“Pemerintah perlu menghadirkan solusi yang benar-benar memungkinkan UMKM tumbuh, bukan sekadar kegiatan seremonial,” katanya.
Leny juga mengingatkan bahwa keberlangsungan UMKM perempuan berpengaruh langsung terhadap ketahanan ekonomi keluarga.
Karena itu, pengurangan program UMKM tidak seharusnya dilakukan secara drastis.
“UMKM adalah salah satu motor penggerak ekonomi. Program yang berkaitan dengan sektor ini tidak boleh dikurangi secara sembarangan,” tegasnya.
Ia menutup pernyataan dengan memastikan dirinya akan terus mengawal kepentingan UMKM perempuan agar tetap memperoleh porsi perhatian yang memadai dalam penyusunan anggaran tahun mendatang. Baginya UMKM adalah nadi perekonomi di Kutai Timur. (ADV)









