SAMARINDA, VIDETIMES.com – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menyoroti pelaksanaan program Koperasi Merah Putih yang digulirkan di tingkat kelurahan. Ia menilai program ini belum siap dijalankan dan masih terkesan sebagai formalitas semata, bukan sebagai langkah nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Meski program tersebut merupakan instruksi pemerintah pusat untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dari level terbawah, namun implementasinya di lapangan dinilai belum menyentuh substansi.
“Samarinda sudah membentuk koperasi di 59 kelurahan, tapi baru sebatas pengurusan badan hukumnya saja. Belum ada petunjuk teknis jelas mengenai pengoperasiannya,” kata Iswandi (23/7/2025).
Ia juga mengkritik minimnya perencanaan yang mendalam. Menurutnya, koperasi yang terbentuk belum memiliki arah kerja yang jelas, termasuk soal pendanaan dan manajemen.
“Kalau hanya diresmikan tapi tidak didampingi, ya hasilnya akan sia-sia. Alih-alih membantu masyarakat, ini malah bisa menimbulkan kebingungan,” ujarnya.
Iswandi menekankan bahwa koperasi tidak bisa berjalan hanya dengan legalitas semata. Diperlukan dukungan modal yang kuat serta sumber daya manusia yang profesional agar koperasi benar-benar produktif.
Ia menambahkan, keberhasilan program ini juga sangat bergantung pada pengawasan dari instansi terkait. Tanpa evaluasi berkala dan pendampingan, koperasi hanya akan menjadi proyek jangka pendek tanpa dampak nyata.
“Koperasi Merah Putih ini sebenarnya bisa menjadi langkah strategis untuk membangkitkan kembali semangat ekonomi gotong royong di masyarakat,” ucapnya.
Namun begitu, ia mengingatkan agar pemerintah tidak sekadar menjadikannya sebagai kegiatan seremonial. Strategi implementasi harus disusun matang agar koperasi benar-benar berjalan dan memberi manfaat.
“Ini momentum penting. Tapi kalau tidak dikelola dengan benar, hanya akan jadi catatan formal tanpa keberlanjutan,” pungkasnya. (Adv/DPRD Samarinda)









