
Ketersediaan air bersih di Kutai Timur masih menjadi masalah serius yang berdampak langsung pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Anggota DPRD Kutai Timur, Akbar Tanjung, menegaskan bahwa persoalan ini wajib menjadi prioritas pemerintah daerah dan harus ditangani secara terpadu dengan sektor penting lain seperti kesehatan, pendidikan, pertanian, dan infrastruktur.
“Saya konsen PLN, dan ini saya mau datang kebetulan di bawah komisi saya, di Komisi B kan. Diambil cerita tentang air bersih. Nah, air bersih PR kita,” tegas Akbar saat menyoroti kondisi di berbagai kecamatan. Ia menjelaskan bahwa masalah air bersih tidak hanya terjadi di daerah yang belum memiliki jaringan, tetapi juga di wilayah yang sudah tersambung dengan sistem distribusi, namun masih menghadapi gangguan kualitas dan kuantitas air.
Menurut Akbar, pembangunan air bersih tidak bisa dipisahkan dari sektor lain yang juga vital, seperti kesehatan, pendidikan, pertanian, dan infrastruktur. “Kesehatan penting, pendidikan penting, pertanian penting, infrastruktur penting, air bersih penting,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat harus berjalan secara terpadu, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara menyeluruh.
Sebagai Ketua Fraksi PKS di DPRD Kutai Timur, Akbar aktif mengawal isu air bersih melalui rapat-rapat koordinasi dengan instansi teknis, termasuk Kabag Sumber Daya Alam. Ia menekankan pentingnya strategi yang matang dalam pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM), termasuk perluasan jaringan pipa, peningkatan kualitas sarana yang sudah ada, serta penambahan investasi untuk memperkuat infrastruktur air bersih di seluruh daerah.
Akbar juga menyoroti pentingnya memprioritaskan daerah-daerah yang selama ini masih mengandalkan air sungai atau sumur yang kualitasnya tidak stabil. Ia yakin, dengan perencanaan yang tepat dan pengelolaan yang serius, Kutai Timur dapat mengurangi bahkan menghapus krisis air bersih dalam beberapa tahun ke depan.
Permasalahan air bersih yang berlarut-larut ini menjadi perhatian masyarakat, karena secara langsung memengaruhi kesehatan dan produktivitas warga. Dorongan Akbar Tanjung diharapkan mampu mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan dan pemerataan akses air bersih, sehingga setiap warga Kutai Timur dapat menikmati hak dasar mereka atas air minum yang layak dan aman. (Adv)









