
Kutai Timur – Komisi C DPRD Kutai Timur memberikan catatan keras terhadap lambannya progres pembangunan jalan dan jembatan di sejumlah kecamatan.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, banyak proyek fisik belum mencapai target yang telah ditetapkan, baik karena persoalan teknis, administrasi, maupun kendala lapangan.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi C, Pandi Widiarto, setelah menerima laporan perkembangan proyek dari dinas terkait.
Menurut Pandi, keterlambatan pembangunan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.
Jalan dan jembatan merupakan sarana vital yang menghubungkan pusat kegiatan ekonomi, pelayanan publik, serta distribusi kebutuhan harian.
Jika pembangunan berjalan lambat atau terhenti, maka masyarakat yang dirugikan.
“Beberapa kendala harus segera diselesaikan oleh dinas teknis agar progres tidak terus tertunda,” ujarnya dengan tegas.
Ia menekankan bahwa setiap proyek yang telah dimulai harus diselesaikan tepat waktu agar manfaatnya dapat segera dirasakan warga.
Menurutnya, anggaran daerah yang telah digelontorkan harus diterjemahkan menjadi hasil nyata, bukan proyek mangkrak yang menumpuk tanpa progres jelas.
Pandi meminta Dinas Pekerjaan Umum meningkatkan koordinasi dengan pihak pelaksana dan lebih responsif dalam menangani hambatan lapangan.
Selain meminta penyelesaian cepat, Komisi C juga merencanakan peninjauan langsung ke lokasi proyek untuk melihat kondisi sebenarnya.
Pandi menjelaskan bahwa pengawasan fisik penting dilakukan agar dewan dapat menilai sejauh mana pekerjaan sesuai dengan rencana anggaran biaya dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Ia menekankan bahwa pengawasan bukan hanya formalitas, tetapi upaya memastikan pembangunan berjalan efektif.
Pandi berharap percepatan pembangunan jalan dan jembatan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, terutama kecamatan pedalaman yang sangat bergantung pada infrastruktur tersebut.
Ia menegaskan bahwa DPRD akan terus mengawal agar setiap pekerjaan infrastruktur memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. (ADV)









