SAMARINDA, VIDETIMES.com – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menegaskan bahwa tidak akan ada penambahan kuota rombongan belajar (rombel) menjelang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2025. Kebijakan ini diambil untuk mencegah potensi praktik kecurangan selama proses penerimaan siswa baru.
“Tidak ada penambahan kursi di sekolah. Ini sudah ditegaskan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan,” ujar Novan (28/6/2025).
Novan menjelaskan, kuota siswa di tiap sekolah telah dikunci melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang terhubung langsung ke kementerian. Dengan demikian, tidak ada celah bagi pihak sekolah untuk menambah jumlah siswa secara tiba-tiba atau menerima siswa pindahan di luar jalur resmi.
“Data sudah dilaporkan dan terkunci di sistem pusat. Jadi tidak bisa ditambah-tambah sembarangan selama PPDB berlangsung,” jelasnya.
Selama ini, menurut Novan, celah manipulasi kuota kerap menjadi sumber praktik tidak adil dalam PPDB. Penguncian data dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan proses seleksi berjalan transparan dan sesuai zonasi.
Ia juga mengimbau orang tua agar lebih jeli membaca pengumuman resmi di sekolah, terutama mengenai jumlah kursi yang tersedia dan syarat pendaftaran. Jika kuota sudah penuh, maka dianjurkan untuk mencari sekolah lain yang sesuai dengan domisili.
“Jangan memaksakan anak masuk ke sekolah yang sudah penuh. Setiap sekolah sudah punya data kuota yang diumumkan. Lebih baik cari alternatif sesuai zonasi,” ujarnya.
Novan menegaskan bahwa pembagian kuota di setiap sekolah telah dihitung berdasarkan data kependudukan masing-masing wilayah. Kebijakan ini bertujuan memastikan semua peserta didik mendapat akses pendidikan secara adil, tanpa harus saling berebut.
“Kami ingin proses PPDB tahun ini benar-benar lancar dan tanpa celah permainan. Pemerataan akses pendidikan harus jadi prioritas,” pungkasnya. (ADV/DPRD Samarinda)









