SAMARINDA, VIDETIMES.com – Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, memberikan dukungan penuh terhadap usulan tambahan anggaran yang diajukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada APBD Perubahan (APBD-P) 2025.
Menurut Deni, tambahan anggaran tersebut sangat diperlukan untuk memperkuat operasional BPBD dalam menghadapi situasi darurat dan bencana di Samarinda yang kerap terjadi secara tak terduga.
“Usulan ini penting untuk mengoptimalkan respons BPBD terhadap potensi dan kejadian bencana di Samarinda,” ujarnya (28/7/2025).
Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa pengalokasian anggaran harus tetap realistis dan disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah, apalagi pemerintah pusat tengah melakukan efisiensi anggaran secara nasional.
“Dari paparan pihak BPBD, usulan tambahan tidak terlalu besar, sekitar Rp500 juta sampai Rp1 miliar. Nilainya masih wajar dalam kondisi penyesuaian anggaran saat ini,” terang Deni.
Selain tambahan di APBD-P 2025, BPBD juga mengajukan kenaikan anggaran untuk tahun 2026 sebesar Rp19 miliar. Angka ini meningkat sekitar Rp5 miliar dibanding anggaran tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp14 miliar.
Deni menjelaskan, alokasi tersebut mencakup dana darurat sebesar Rp2,5 miliar serta anggaran untuk kegiatan penyuluhan, penanganan pascabencana, dan penguatan sistem kesiapsiagaan.
“Dana darurat bencana dan peningkatan operasional sangat krusial. Kita tidak bisa main-main dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap seluruh usulan BPBD bisa dikaji secara menyeluruh dan disetujui dengan mempertimbangkan efektivitas serta urgensinya.
“DPRD akan terus memantau agar anggaran tersebut digunakan sesuai kebutuhan di lapangan,” pungkasnya.









