
Kutai Timur — Kondisi jalan Batu Ampar kembali menjadi perhatian serius DPRD Kutai Timur.
Anggota Fraksi Golkar, Kari Palembong, menilai kerusakan yang terjadi selama bertahun-tahun telah mengganggu aktivitas ekonomi, akses pendidikan, hingga mobilitas pelayanan publik.
Ia menekankan bahwa ruas tersebut idealnya masuk dalam program prioritas multi-years mengingat skala kerusakannya tidak dapat ditangani secara tahunan.
Menurut Kari, pemerintah daerah seharusnya memberikan perhatian lebih karena jalan Batu Ampar termasuk akses strategis yang digunakan masyarakat lintas kecamatan.
Ia menyebut penanganan yang dilakukan selama ini masih terbatas pada pengerjaan beberapa ratus meter, belum menyentuh titik rusak inti.
“Ruas itu menyangkut citra Kutai Timur. Kondisinya sudah terlalu lama dibiarkan rusak,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengerjaan yang tidak menyasar titik utama berpotensi membuat anggaran tidak efektif.
Oleh sebab itu, ia mendorong adanya penanganan menyeluruh melalui skema multi-years.
“Pekerjaan yang berjalan belum menyasar bagian inti kerusakan. Ini mesti menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Kari juga menggambarkan bagaimana masyarakat kesulitan menuju pusat kota, terutama warga dari wilayah Rantau Pulung hingga Batu Ampar.
Kondisi ruas yang berlubang dan licin disebut membuat banyak kendaraan terpaksa melambat tajam.
“Warga yang ingin menuju kota menghadapi hambatan berat. Kondisi jalannya benar-benar menyulitkan,” katanya.
Ia memastikan bahwa pihak DPRD akan memperjuangkan agar jalan tersebut dimasukkan dalam program strategis tahun berikutnya, terlebih di tengah penurunan anggaran yang menuntut pemerintah untuk lebih selektif dalam menentukan prioritas.
Kari berharap masalah ini tidak lagi berlarut-larut. (ADV)









