
VIDETIMES – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan strategi khusus dalam menyusun rencana kerja tahun 2025.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah yang diprediksi terjadi tahun depan, pembangunan infrastruktur pariwisata tidak akan dilakukan secara menyebar, melainkan fokus pada penuntasan destinasi unggulan.
Kepala Dinas Pariwisata Kutai Timur, Nurullah, menegaskan bahwa alokasi anggaran fisik tahun depan akan dipusatkan untuk pembenahan kawasan pesisir yang memiliki tingkat kunjungan tinggi namun fasilitasnya perlu peningkatan.
”Tahun depan kan terjadi efisiensi. Jadi kita fokus di Pulau Miang sebenarnya. Kemudian pembenahan di Pantai Jepu-Jepu dan Pantai Marang,” ujar Nurullah.
Kebijakan skala prioritas ini diambil karena keterbatasan ruang fiskal. Nurullah mengakui, pengembangan destinasi ikonik lain seperti kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat masih menghadapi tantangan berat. Aksesibilitas yang sulit dan medan yang berat membuat biaya pembangunan di sana sangat tinggi, sehingga belum menjadi prioritas utama fisik di 2025.
Meski anggaran diperketat, Nurullah memastikan rencana besar infrastruktur tetap berjalan secara bertahap (multiyears). Salah satu proyek strategis yang terus didorong adalah penambahan jalur pedestrian kayu ulin (gertak ulin) serta pembangunan fasilitas aula terbuka di kawasan wisata strategis.
Pemerintah daerah menargetkan penataan wajah pariwisata Kutim ini dapat selesai sepenuhnya dalam beberapa tahun ke depan.
Hal ini sejalan dengan visi kepala daerah untuk menciptakan destinasi wisata yang nyaman dan berstandar sebelum periode kepemimpinan berakhir.
”Pembangunan ini bertahap. Target rampung tahun 2029 lah, di masa jabatan Pak Bupati ini selesai,” pungkasnya.(K/AdvKominfo)









