
VIDETIMES – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Dinkes Kutim) mengingatkan masyarakat akan bahaya penyakit tidak menular (PTM) yang kini mulai menyerang usia muda. Kasus diabetes melitus dan hipertensi yang dulunya identik dengan lansia, kini banyak ditemukan di kalangan usia produktif.
Plt. Kepala Dinkes Kutim, Sumarno, mengatakan bahwa pola hidup tidak sehat menjadi penyebab utama peningkatan kasus tersebut.
“Sekarang anak muda usia 20-an sudah banyak yang kena kencing manis. Ini akibat gaya hidupnya,” ujarnya,Minggu (23/11/2025)
Ia menjelaskan, kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat sederhana, serta kurangnya aktivitas fisik, menjadi pemicu utama. “Banyak anak muda yang malas bergerak, suka makanan instan, dan jarang olahraga. Akhirnya kadar gula darah naik,” jelasnya.
Sumarno menambahkan, gaya hidup modern yang serba praktis membuat masyarakat cenderung mengabaikan pola makan sehat. “Meningkatnya ekonomi juga memengaruhi. Orang jadi suka makanan cepat saji yang tinggi gula dan lemak,” katanya.
Untuk mengantisipasi tren tersebut, Dinkes Kutim terus menggencarkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan mengedukasi masyarakat agar membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak.
“Kita dorong masyarakat agar lebih aktif bergerak dan makan seimbang. Ini penting untuk menekan kasus PTM di usia muda,” tutur Sumarno.
Ia menekankan, edukasi gaya hidup sehat kini menjadi fokus utama di sekolah-sekolah dan tempat kerja. Pemeriksaan rutin melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga terus dilakukan di berbagai kecamatan.
“Dengan pemeriksaan rutin, penyakit bisa terdeteksi lebih awal. Kalau ditemukan gejala, bisa segera ditangani,” tambahnya.
Sumarno berharap masyarakat, terutama generasi muda, mulai memperhatikan pola hidup sehari-hari agar tidak terjebak dalam penyakit yang bisa dicegah.
“Hidup sehat itu bukan pilihan, tapi kebutuhan. Kalau mau panjang umur dan produktif, mulai dari sekarang ubah gaya hidup,” pungkasnya. (K/Adv Kominfo)









