
Kutai Timur – Akhmad Sulaeman, anggota DPRD Kutai Timur dari Fraksi Demokrat, kembali menyoroti persoalan pencairan beasiswa bagi pelajar di Kecamatan Sandaran.
Meskipun program Beasiswa Kutim Tuntas dan Beasiswa Kutim Cemerlang telah menjangkau wilayah pesisir, ia menilai manfaat program tersebut belum diterima secara optimal akibat mekanisme pencairan yang masih menyulitkan masyarakat.
Menurutnya, keterbatasan akses perbankan menjadi faktor penghambat utama.
Sampai saat ini, satu-satunya bank yang dapat melayani proses pencairan berada di Kecamatan Sangkulirang yang jaraknya cukup jauh dari Sandaran.
Kondisi ini menyebabkan pelajar maupun orang tua harus menempuh perjalanan panjang hanya untuk mengambil dana yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan pendidikan.
“Program beasiswa memang sudah menjangkau masyarakat Sandaran,” ujar Sulaeman. “Namun kenyataannya, proses pencairan belum benar-benar memudahkan penerima bantuan.”
Ia menilai bahwa biaya transportasi yang harus dikeluarkan penerima beasiswa tidak sebanding dengan besaran dana yang diterima.
Dalam beberapa kasus, separuh dari nominal bantuan habis untuk ongkos perjalanan menuju bank.
Menurutnya, pola seperti ini tidak efektif dan justru mengurangi manfaat program pemerintah.
“Ketika seorang siswa harus mencairkan dana satu juta rupiah dan setengahnya habis untuk biaya perjalanan, maka tujuan program tidak tercapai,” ucapnya menegaskan.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh atas skema penyaluran.
Sulaeman mendorong agar Pemkab Kutai Timur menghadirkan solusi yang lebih adaptif, mulai dari layanan bank keliling, penambahan agen perbankan, hingga kerja sama khusus untuk memfasilitasi pencairan di wilayah yang belum terakses.
“Saya berharap sistem pencairannya dapat dipertimbangkan ulang sehingga masyarakat benar-benar merasakan kemudahan,” tuturnya.
Selain mengusulkan perbaikan sistem, ia juga menekankan perlunya peningkatan sosialisasi agar masyarakat memahami prosedur pencairan secara jelas.
Menurutnya, edukasi yang tepat akan mengurangi kebingungan warga sekaligus mendorong penyaluran bantuan berjalan lebih efektif.
Ia berharap upaya evaluasi tersebut dapat memastikan pelajar di wilayah pesisir dan pedalaman menerima manfaat penuh dari program beasiswa tanpa tambahan beban biaya. (ADV)









