
VIDETIMES – Komoditas unggulan Kutai Timur (Kutim) berupa pisang Kepok Grecek masih terus menembus pasar internasional. Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Wahyudi Noor, mengatakan hingga kini ekspor buah asal Kecamatan Kaliorang tersebut masih berlanjut ke beberapa negara.
“Kalau dikatakan sudahkah memasuki pasar luar negeri, ya sudah. Walau volumenya belum sebesar pasokan untuk pasar domestik, ekspornya tetap berjalan,” ujarnya, Rabu (19/11/2025)
Menurut Wahyudi, saat ini pisang Kepok Grecek Kutim sudah menembus pasar Singapura, Malaysia, Arab Saudi, hingga Amerika Serikat. Namun, volume permintaan yang tinggi dari luar negeri belum sepenuhnya dapat dipenuhi karena keterbatasan produksi dan dukungan logistik.
“Permintaan dari luar negeri sebenarnya cukup besar, tapi kemampuan kita memenuhi kuantitasnya masih terbatas. Masih banyak hal yang perlu dibenahi, terutama dari sisi infrastruktur dan perdagangan,” jelasnya.
Wahyudi menambahkan, pemerintah daerah terus memberikan dukungan kepada petani untuk menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen. Selama ini, pengiriman ekspor masih dilakukan melalui pelabuhan di luar Kalimantan Timur, sebab Kutim belum memiliki pelabuhan ekspor sendiri.
Ia berharap ke depan, keberadaan Pelabuhan Maloy (KMK Maloy) dapat mempercepat proses pengiriman komoditas unggulan daerah ke pasar nasional maupun internasional.
“Kalau nanti Maloy sudah beroperasi penuh sebagai pelabuhan ekspor, kita optimistis waktu pengiriman bisa lebih singkat dan biaya logistik lebih efisien,” pungkas Wahyudi.
Dengan kualitas buah yang telah bersaing di pasar, pisang Kepok Grecek diharapkan menjadi salah satu komoditas andalan Kutai Timur untuk memperkuat sektor hortikultura dan membuka peluang ekonomi baru bagi petani lokal. (K/AdvKominfo)









