
VIDETIMES – Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutai Timur, Akhmad Rifani, menilai sektor pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki keterkaitan yang sangat erat dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Menurutnya, setiap aktivitas pariwisata hampir selalu melibatkan unsur ekonomi kreatif di dalamnya.
“Ketika seseorang berkunjung ke destinasi wisata, mereka tidak hanya menikmati pemandangan atau suasana alamnya saja, tetapi juga kuliner khas daerah, pertunjukan seni, hingga kerajinan tangan lokal. Semua itu bagian dari ekonomi kreatif,” ujar Rifani,Minggu (23/11/2025)
Ia mencontohkan, kuliner yang disajikan di tempat wisata termasuk dalam subsektor ekonomi kreatif bidang kuliner, sementara penampilan musik, tarian, dan hiburan lainnya merupakan bagian dari seni pertunjukan. Begitu pula dengan berbagai souvenir dan produk kerajinan, seperti anyaman atau hiasan berbahan kulit kerang, yang menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.
Rifani menjelaskan, kolaborasi antara pelaku wisata dan ekonomi kreatif justru memperkuat daya saing Kutai Timur sebagai daerah tujuan wisata. Ia menilai, keberadaan ekonomi kreatif dapat menambah nilai ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memperpanjang masa tinggal wisatawan di destinasi lokal.
“Makanya antara pariwisata dan ekonomi kreatif ini saling melekat. Tidak bisa berdiri sendiri-sendiri. Justru ketika dua sektor ini disinergikan, hasilnya akan lebih maksimal,” tambahnya.
Ke depan, pihaknya berkomitmen terus mendorong sinergi antar pelaku ekonomi kreatif dan pengelola pariwisata agar perkembangan dua sektor ini berjalan seimbang. (K/AdvKominfo)









