
VIDETIMES – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur terus berinovasi dalam meningkatkan ketahanan pangan di daerah yang memiliki karakter geografis beragam. Salah satu program terbaru yang sedang diperkenalkan adalah teknologi padi apung, sebagai solusi bagi wilayah yang rawan banjir maupun memiliki lahan rawa.
Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, menjelaskan bahwa padi apung merupakan teknologi budidaya yang memungkinkan tanaman padi tumbuh di atas genangan air, mirip dengan sistem hidroponik. Menurutnya, inovasi ini menjadi alternatif bagi daerah yang selama ini sulit ditanami karena tergenang air hampir sepanjang tahun.
“Selama ini daerah-daerah rawa atau yang rawan banjir tidak bisa ditanami padi karena kondisi airnya. Dengan teknologi padi apung ini, masyarakat tetap bisa menanam dan menghasilkan panen meskipun lahannya tergenang,” jelas Dessy, Senin (24/11/2025).
Ia menambahkan, varietas padi yang digunakan merupakan jenis yang tahan terhadap genangan air, sehingga pertumbuhannya tetap stabil meski kondisi lahan tidak ideal seperti sawah pada umumnya. Program ini saat ini masih tahap perkenalan dan uji coba, namun akan dikembangkan lebih luas di beberapa wilayah hulu sungai seperti Karwa dan daerah lain yang berpotensi.
“Ini baru tahap awal. Kami ingin uji coba dulu di daerah-daerah yang sering tergenang, sebelum nantinya diterapkan lebih luas,” ujarnya.
Dessy berharap, penerapan teknologi padi apung ini dapat menjadi solusi nyata untuk meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah yang selama ini tidak produktif akibat faktor banjir. “Dengan inovasi seperti ini, tidak ada lagi lahan yang terbuang. Semua bisa dimanfaatkan untuk pangan,” pungkasnya. (K/AdvKominfo)









