
VIDETIMES – Pemanfaatan teknologi pertanian modern di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menunjukkan kemajuan positif. Salah satu inovasi yang kini mulai dirasakan manfaatnya oleh petani adalah penggunaan drone pertanian bantuan dari Bank Indonesia (BI). Alat ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi kerja petani, khususnya dalam proses pemupukan dan penyemprotan pestisida.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, menjelaskan bahwa drone tersebut telah digunakan oleh kelompok tani di Kecamatan Kaubun melalui Unit Pelayanan Jasa Alat Mesin Pertanian (UPJA). Keberadaan drone dinilai sangat membantu petani karena dapat mempercepat pekerjaan di lapangan.
“Drone ini mampu melakukan pemupukan di lahan seluas satu hektare hanya dalam waktu sekitar 15 menit. Jadi jauh lebih efisien dibanding cara manual yang bisa memakan waktu berjam-jam,” ujar Dessy, Jumat, (28/11/2025).
Ia menambahkan, walaupun kapasitas tangki drone tidak diketahui secara pasti, penggunaannya sudah disesuaikan dengan kebutuhan petani di lapangan. Selain itu, efisiensi bahan dan waktu yang dihasilkan membuat petani lebih mudah menjaga kualitas tanaman, terutama pada musim tanam yang padat.
Dessy menyebutkan, bantuan dari Bank Indonesia ini merupakan bagian dari dukungan terhadap pertanian modern di Kutai Timur. Teknologi ini juga sekaligus menjadi sarana edukasi bagi petani agar lebih terbuka terhadap inovasi alat pertanian berbasis digital.
“Penggunaan drone ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian di Kutim sudah mulai beradaptasi dengan era modern. Harapannya, ke depan semakin banyak kelompok tani yang bisa memanfaatkan teknologi serupa,” tutupnya. (K/AdvKominfo)









