SAMARINDA, VIDETIMES.com – Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap sistem pengelolaan limbah dalam proyek revitalisasi lanjutan Pasar Pagi. Ia meminta agar kontraktor benar-benar memastikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dibangun dengan standar yang layak demi mencegah pencemaran lingkungan.
Menurut Deni, salah satu fokus utama dalam pembangunan pasar rakyat adalah kenyamanan pengunjung dan kebersihan lingkungan. Maka dari itu, pengelolaan limbah, terutama dari los basah seperti pedagang ikan, daging, dan ayam, wajib ditangani secara serius.
“Kita berpesan agar pihak kontraktor memperhatikan masalah pengelolaan limbah. Karena masalah lingkungan sangat penting,” kata Deni saat ditemui usai peninjauan proyek (22/7/2025).
Ia menyoroti bahwa sering kali pasar tradisional menjadi sumber bau tidak sedap karena limbah dari aktivitas jual beli tidak dikelola dengan baik. Untuk itu, Deni mendorong agar IPAL di Pasar Pagi bisa benar-benar berfungsi maksimal.
“Kami ingin pasar pagi ini ramah lingkungan. Jangan sampai nanti ketika kita lewat sini masih mencium bau. Kami ingin mereka betul-betul memproteksi terhadap IPAL,” tegasnya.
Deni juga menjelaskan bahwa pihak kontraktor telah memaparkan simulasi alur IPAL kepada DPRD, mulai dari proses pembuangan limbah hingga sistem pengolahannya. Hal ini menjadi acuan dalam penilaian Komisi III terhadap progres pembangunan.
Menurutnya, sistem IPAL tidak boleh hanya dibangun secara simbolis. Proyek ini harus dipastikan benar-benar berfungsi sebagaimana mestinya dan sesuai dengan standar hukum lingkungan yang berlaku.
Untuk memastikan hal tersebut, Deni menyatakan bahwa Komisi III DPRD Samarinda akan melakukan pengecekan lanjutan saat memasuki tahap commissioning atau uji coba operasional. Tujuannya, agar IPAL bisa bekerja optimal sebelum pasar kembali dioperasikan.
“Kami tidak ingin ada masalah lingkungan di kemudian hari. Komisi III akan terus mengawal agar pembangunan Pasar Pagi benar-benar tuntas, bersih, dan nyaman,” tutupnya. (Adv/DPRD Samarinda)









