SAMARINDA, VIDETIMES.com – DPRD Kota Samarinda menaruh perhatian serius terhadap kesiapan kota menyambut perayaan Natal, dengan fokus pada kenyamanan umat beribadah serta stabilitas ketersediaan kebutuhan pokok.
Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdulloh, menegaskan bahwa perayaan keagamaan harus berlangsung aman, tertib, dan tidak menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi.
Helmi menyampaikan bahwa pihaknya mendorong seluruh persiapan dilakukan secara matang.
Termasuk kesiapan lokasi utama di kawasan Gelora Kadrie Oening, yang diproyeksikan menjadi pusat perayaan Natal tingkat kota.
“Prinsipnya, DPRD mendukung penuh agar perayaan Natal berjalan khidmat dan lancar. Kami juga siap berpartisipasi sesuai peran kelembagaan,” ujarnya.
Selain aspek perayaan, DPRD juga menyoroti potensi dampak ekonomi yang kerap muncul pada momen besar keagamaan.
Helmi menekankan pentingnya menjaga ketersediaan dan distribusi bahan pokok masyarakat agar aman dan harga tetap terkendali menjelang Natal dan pergantian tahun.
“Masalah bapokting tetap menjadi perhatian. Nanti akan ada pembahasan khusus bersama pihak terkait untuk memastikan pasokan aman dan harga terkendali,” katanya.
Terkait antisipasi membludaknya jemaat, Helmi menyebut panitia telah menyiapkan skema penggunaan gedung tambahan di sekitar lokasi utama.
Langkah ini dinilai penting untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan umat yang hadir.
“Kalau antusiasme tinggi, sudah disiapkan alternatif gedung lain. Dari laporan yang kami terima, persiapannya sudah cukup matang,” ucapnya.
Ketua Panitia Perayaan Natal, Hendri, menambahkan pihaknya terus mematangkan konsep acara dan teknis pelaksanaan.
Ia berharap dukungan seluruh elemen masyarakat agar perayaan dapat berlangsung damai dan penuh sukacita.
“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat. Semua kami persiapkan sebaik mungkin, mulai dari konsep, lokasi, hingga antisipasi teknis di lapangan,” ujar Hendri.
Kapasitas lokasi utama diperkirakan mampu menampung ribuan jemaat, dengan opsi pengembangan konsep acara agar daya tampung dapat disesuaikan dengan tingkat kehadiran.
“Berbagai skenario sudah kami siapkan. Harapannya, semua bisa berjalan tertib dan nyaman bagi umat yang hadir,” tandasnya.
Koordinasi antara panitia, pemerintah, dan DPRD diharapkan membuat perayaan Natal di Samarinda tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga cerminan kesiapan kota dalam menjaga toleransi, ketertiban, dan stabilitas sosial.









