SAMARINDA, VIDETIMES.com – DPRD Kota Samarinda mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya terkait Pasar Pagi Samarinda. Munculnya isu-isu liar menjelang pembukaan pasar dinilai berpotensi memicu kegaduhan dan merusak kepercayaan pedagang terhadap proses yang sedang berjalan.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menegaskan bahwa tahapan pengelolaan Pasar Pagi saat ini masih berada pada fase persiapan administratif. Karena itu, berbagai klaim yang beredar di publik tanpa dasar resmi disebutnya sebagai bentuk disinformasi yang menyesatkan.
“Kalau prosesnya saja belum berjalan, lalu sudah muncul isu pembagian kios, ini jelas tidak sehat. Informasi seperti ini justru bikin suasana tidak kondusif,” ujarnya usai inspeksi lapangan bersama Dinas Perdagangan, Jumat (19/12/2025).
Iswandi menilai, penyebaran informasi yang tidak diverifikasi dapat menciptakan persepsi keliru di kalangan pedagang. Padahal, kepercayaan terhadap mekanisme pemerintah menjadi faktor penting agar relokasi dan pengelolaan pasar berjalan tertib.
Ia menekankan bahwa DPRD akan mengawal proses pengelolaan Pasar Pagi agar berjalan sesuai aturan dan berbasis data. Namun, pengawalan tersebut membutuhkan suasana yang tenang dan tidak dipenuhi spekulasi.
“Pasar ini milik bersama. Kalau sejak awal sudah diwarnai isu-isu yang tidak jelas sumbernya, yang rugi nanti justru pedagang sendiri,” tegasnya.
Senada dengan itu, Dinas Perdagangan Kota Samarinda menegaskan seluruh proses akan diumumkan secara terbuka sesuai jadwal resmi. Setiap tahapan, termasuk pendaftaran pedagang, akan berbasis data dan dilakukan secara bertahap untuk menjaga ketertiban.
DPRD Samarinda berharap semua pihak menahan diri dan menunggu informasi resmi dari pemerintah kota. Menurut Iswandi, kedewasaan publik dalam menyikapi isu menjadi kunci agar Pasar Pagi dapat kembali berfungsi sebagai ruang ekonomi rakyat tanpa konflik sejak awal beroperasi.
“Yang dibutuhkan sekarang adalah kepercayaan dan kesabaran, bukan rumor,” pungkasnya.









