SAMARINDA, VIDETIMES.com – Komisi III DPRD Kota Samarinda menaruh perhatian terhadap efektivitas Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di kawasan Citra Niaga.
Hasil peninjauan lapangan menunjukkan sistem penerangan di kawasan tersebut dinilai belum sepenuhnya mendukung aktivitas publik pada malam hari, meski Citra Niaga merupakan salah satu ruang publik utama di pusat kota.
Sebagai kawasan interaksi masyarakat, pusat ekonomi kreatif, serta lokasi berbagai kegiatan malam, Citra Niaga membutuhkan standar pencahayaan yang memadai.
Namun, di lapangan intensitas cahaya LPJU justru terlihat lebih rendah dibandingkan penerangan di sejumlah ruas jalan kota lainnya.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyampaikan bahwa pengawasan yang dilakukan DPRD tidak hanya berfokus pada kondisi fisik lampu, tetapi juga menyangkut aspek perencanaan serta ketepatan pemilihan teknologi penerangan.
“Kami ingin memastikan fasilitas publik ini benar-benar mendukung fungsi kawasan. Citra Niaga bukan sekadar jalur lalu lintas, tapi ruang publik yang hidup sampai malam,” ujar Deni, Selasa (16/12/2025).
Dari hasil pengecekan, diketahui bahwa LPJU di kawasan Citra Niaga berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda.
Sistem penerangan yang digunakan merupakan lampu tenaga surya (solar cell) yang dipasang bersamaan dengan penataan kawasan serta penanaman jaringan kabel bawah tanah.
Namun demikian, DPRD menilai penggunaan teknologi ramah lingkungan tersebut tetap perlu dievaluasi kesesuaiannya dengan karakter kawasan dan tingkat aktivitas masyarakat.
Teknologi, kata Deni, harus mampu menjawab kebutuhan ruang publik secara optimal.
“Teknologinya mungkin baik, tapi yang harus dilihat apakah spesifikasinya sudah tepat untuk kawasan seperti ini. Kalau cahayanya tidak cukup, maka fungsi penerangan tidak tercapai,” tegasnya.
Ia menambahkan, Komisi III DPRD Samarinda akan meminta penjelasan lebih lanjut terkait perencanaan anggaran, spesifikasi teknis, serta standar pencahayaan yang diterapkan di kawasan Citra Niaga.
Menurutnya, ruang publik strategis tidak boleh mengalami kompromi dalam aspek kenyamanan dan keamanan.
Komisi III DPRD Samarinda jug mendorong Pemerintah Kota untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem LPJU di Citra Niaga, termasuk kemungkinan penyesuaian teknologi atau peningkatan kapasitas penerangan agar fungsi kawasan dapat berjalan optimal.
“Kalau ingin Citra Niaga hidup di malam hari, maka penerangannya harus mendukung. Ini soal kenyamanan, keamanan, dan wajah kota,” pungkas Deni.









