SAMARINDA, VIDETIMES.com – DPRD Kota Samarinda menyoroti kembalinya aktivitas di Big Mall pasca insiden kebakaran yang terjadi pada 3 Juni 2025. Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengaku belum menerima laporan resmi terkait hasil investigasi penyebab kebakaran, yang sempat melumpuhkan pusat perbelanjaan terbesar di Kota Tepian itu.
“Belum ada update info terkini. Kami masih menunggu hasil investigasi yang resmi,” ujar Deni saat ditemui di Gedung DPRD Samarinda (18/6/2025).
Ia juga mempertanyakan status operasional Big Mall saat ini. Menurutnya, belum jelas apakah seluruh area telah dibuka kembali atau hanya bagian tertentu yang dianggap aman dari dampak kebakaran.
“Setahu saya, area yang terdampak belum sepenuhnya selesai diperbaiki. Tapi mall sudah kembali beroperasi. Ini perlu penjelasan,” ucapnya.
Deni menekankan bahwa pembukaan kembali mall seharusnya mengedepankan aspek keselamatan publik. Ia mendesak agar area yang terdampak benar-benar diisolasi hingga proses pemulihan rampung.
Tak hanya itu, Deni juga menyoroti lemahnya sistem keamanan gedung saat insiden terjadi. Ia menilai alat pemadam otomatis seperti sprinkler dan hydrant tidak bekerja optimal, bahkan cenderung gagal fungsi.
“Ini jadi catatan serius. Sistem keamanan terbukti tidak responsif saat kebakaran. Ini harus dievaluasi total,” tegasnya.
Ia menegaskan, DPRD akan aktif mengawal proses investigasi hingga tuntas. Pihaknya meminta manajemen Big Mall terbuka dalam memberikan informasi, termasuk soal progres perbaikan dan pemenuhan standar keamanan gedung.
“Kami tidak ingin ada pengunjung yang jadi korban karena mall buru-buru dibuka tanpa kesiapan teknis yang matang,” ujarnya.
Deni menutup dengan mengingatkan bahwa pemulihan pasca-kebakaran tak boleh sekadar simbolik. Standar keselamatan, kata dia, harus dipastikan benar-benar terpenuhi sebelum pusat perbelanjaan kembali beroperasi penuh. (ADV/DPRD Samarinda)









