SAMARINDA, VIDETIMES.com – DPRD Kota Samarinda mengingatkan agar pembangunan di kawasan Samarinda Seberang tidak mengorbankan ruang hidup dan identitas sosial masyarakat setempat. Setiap program pengembangan kawasan diminta berpihak pada warga, bukan justru mendorong pergeseran sosial akibat tekanan pembangunan.
Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, menilai wilayah Samarinda Seberang memiliki karakter sosial dan sejarah yang kuat. Karena itu, kebijakan pembangunan di kawasan tersebut harus dirancang dengan pendekatan perlindungan masyarakat, bukan semata mengejar estetika kota atau nilai investasi.
Menurutnya, pembangunan yang tidak sensitif berpotensi memicu masalah baru, mulai dari perubahan struktur sosial hingga terpinggirkannya warga lama akibat kenaikan nilai tanah dan biaya hidup.
“Pembangunan itu harus melindungi masyarakatnya. Jangan sampai warga yang sudah lama tinggal justru tersisih karena tidak mampu mengikuti dampak perubahan,” ujarnya, Jumat (19/12/2025).
Samri menegaskan, keterlibatan warga sejak tahap perencanaan bukan hanya soal sosialisasi, tetapi memastikan suara masyarakat benar-benar memengaruhi arah kebijakan. DPRD, kata dia, ingin pembangunan menjadi alat pemberdayaan, bukan tekanan sosial bagi masyarakat lokal.
Ia juga mengingatkan pemerintah kota agar tidak memaksakan konsep pembangunan yang seragam tanpa mempertimbangkan kondisi sosial dan budaya setempat. Samarinda Seberang dinilai membutuhkan pendekatan yang berbeda dibanding kawasan lain di pusat kota.
“Setiap wilayah punya karakter sendiri. Kalau disamakan semua, justru berisiko menghilangkan jati diri kawasan,” tegasnya.
DPRD Samarinda berharap pembangunan di Samarinda Seberang dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga keberlanjutan sosial. Dengan pendekatan yang tepat, kawasan tersebut dinilai bisa berkembang tanpa kehilangan identitas dan tanpa mengorbankan kepentingan warganya.









