SAMARINDA, VIDETIMES.com – DPRD Kota Samarinda mengingatkan masyarakat bahwa realisasi usulan pembangunan tidak dapat dilepaskan dari kemampuan keuangan daerah.
Kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat dinilai turut memengaruhi ruang fiskal Pemerintah Kota Samarinda dalam menjalankan program pembangunan.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Arif Kurniawan, menyampaikan bahwa setiap aspirasi yang dihimpun melalui agenda reses harus melewati proses penganggaran yang ketat dan disesuaikan dengan prioritas daerah. Karena itu, tidak seluruh usulan dapat langsung direalisasikan dalam waktu singkat.
Menurutnya, kondisi fiskal saat ini menuntut pemerintah daerah lebih selektif dalam menetapkan program, terutama di tengah penyesuaian anggaran yang berdampak pada sejumlah sektor pembangunan.
“Efisiensi dari pemerintah pusat berpengaruh pada kemampuan daerah. Ini perlu dipahami bersama agar tidak menimbulkan ekspektasi yang keliru,” ujarnya, Senin (15/12/2025).
Meski demikian, Arif menegaskan bahwa keterbatasan anggaran bukan berarti aspirasi warga diabaikan.
DPRD, kata dia, tetap berkomitmen memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui pembahasan program prioritas bersama Pemerintah Kota Samarinda.
Ia menekankan bahwa infrastruktur dasar tetap menjadi perhatian utama DPRD dalam setiap pembahasan anggaran, karena berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat luas.
“Harapannya, masyarakat bisa bersabar, dan di sisi lain pemerintah kota tetap memberi perhatian pada usulan warga, khususnya yang menyangkut infrastruktur dasar,” jelasnya.
Dengan berakhirnya masa reses, DPRD Samarinda memastikan seluruh masukan masyarakat akan terus dikawal hingga masuk dalam tahap perencanaan dan penganggaran.
Aspirasi tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan merata bagi seluruh warga Samarinda.









