SAMARINDA, VIDETIMES.com – Pengalihan pengelolaan kawasan Citra Niaga ke Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) dinilai sebagai momentum penting untuk menata ulang fungsi ruang publik di jantung Kota Samarinda.
DPRD menekankan bahwa kawasan tersebut perlu dikembangkan sebagai ruang interaksi warga yang tertata, inklusif, dan berkelanjutan.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menyebut Citra Niaga memiliki posisi strategis dalam struktur kota.
Karena itu, pengelolaannya tidak boleh lagi berjalan sporadis tanpa konsep jangka panjang yang jelas.
Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir Citra Niaga lebih banyak dimanfaatkan secara insidental tanpa arah pengembangan yang konsisten.
Akibatnya, potensi kawasan sebagai ruang publik, pusat aktivitas warga, dan etalase kreativitas lokal belum tergarap secara optimal.
Rohim menilai penempatan Disporapar sebagai pengelola membuka peluang perubahan pendekatan.
Ia berharap pengelolaan kawasan ke depan lebih menekankan pada tata ruang, kenyamanan pengunjung, serta kesinambungan aktivitas, bukan semata kegiatan seremonial.
“Citra Niaga seharusnya menjadi ruang publik yang hidup setiap hari, bukan hanya ramai saat ada acara tertentu,” ujarnya, Senin (18/12/2025).
Ia juga mengingatkan bahwa perubahan pengelola harus dibarengi dengan perencanaan konkret, mulai dari penataan pedagang, pengelolaan parkir, hingga pengaturan agenda kegiatan yang berkelanjutan.
Tanpa langkah nyata, kebijakan tersebut dikhawatirkan hanya menjadi pergantian administratif tanpa dampak langsung di lapangan.
Lebih jauh, DPRD menilai revitalisasi Citra Niaga perlu diarahkan untuk memperkuat identitas kota.
Sebagai kawasan bersejarah yang telah berdiri sejak akhir 1980-an, Citra Niaga dinilai memiliki nilai simbolik yang penting bagi wajah Samarinda.
Rohim menegaskan, keberhasilan pengelolaan Citra Niaga bukan diukur dari banyaknya acara yang digelar
Melainkan dari manfaat ekonomi yang dirasakan pelaku usaha kecil serta meningkatnya kualitas ruang publik bagi masyarakat.
“Kita ingin Citra Niaga kembali menjadi ruang bersama yang nyaman, tertata, dan memberi dampak ekonomi. Itu yang harus dijawab oleh pengelola baru,” tegasnya.
Diakhir ia berharap Pemkot Samarinda memastikan adanya konsep pengelolaan yang terukur.
Serta pengawasan berkelanjutan agar Citra Niaga benar-benar berfungsi sebagai ruang publik kota yang hidup dan berdaya guna.









