
VIDETIMES — Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Timur melalui Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif terus berupaya memperkuat basis data pelaku ekonomi kreatif di daerah. Kepala Bidang Pengembangan Ekraf Dispar Kutim, Akhmad Rifani, menegaskan pentingnya pendataan yang valid dan terintegrasi agar setiap program pembinaan dan bantuan dapat tepat sasaran.
Menurut Rifani, selama ini data pelaku ekonomi kreatif masih tersebar di berbagai instansi. Ada yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UMKM, sebagian di Dinas Perindustrian, bahkan ada yang belum tercatat sama sekali. Kondisi ini membuat pemerintah kesulitan menilai perkembangan sektor ekonomi kreatif secara akurat.
“Data yang tidak lengkap membuat laporan tahunan kita belum menggambarkan kondisi riil. Misalnya, kita belum tahu secara pasti berapa jumlah pelaku musik, videografi, atau kuliner di Kutai Timur,” jelasnya.
Melalui program Sinergi Data Ekonomi Kreatif, pihaknya kini mulai menjalin kerja sama lintas OPD untuk menyatukan informasi. Dengan data yang valid, pemerintah bisa menilai pertumbuhan tiap subsektor ekonomi kreatif sekaligus menentukan arah pembinaan dan apresiasi bagi para pelaku.
“Kalau datanya sudah lengkap, kita bisa tahu siapa saja pelaku aktif di lapangan. Jadi saat ada pelatihan atau kegiatan, pesertanya bergilir dan benar-benar sesuai bidangnya. Tidak itu-itu saja,” tambah Rifani.
Ia berharap, proses pendataan yang sedang berlangsung dapat rampung dan dimutakhirkan secara berkala. Dengan demikian, sektor ekonomi kreatif Kutai Timur bisa terus berkembang berbasis data yang akurat dan mendukung kebijakan pembangunan daerah. (K/AdvKominfo)









