
VIDETIMES – Selain HIV/AIDS, penyakit menular seksual (PMS) seperti gonore dan sifilis kini mulai marak ditemukan di kalangan remaja dan dewasa muda di Kutai Timur.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, mengatakan bahwa penyakit tersebut muncul akibat perilaku seksual bebas yang masih terjadi di sejumlah kelompok masyarakat.
“Anak muda sekarang banyak yang belum sadar risiko penyakit menular seksual. Padahal dampaknya sangat serius,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa PMS seperti sifilis dan gonore berbeda dengan HIV, meski sama-sama menular melalui hubungan seksual.
“Kalau HIV disebabkan virus dan tidak bisa disembuhkan, penyakit seperti gonore itu disebabkan bakteri, dan bisa diobati jika segera ditangani,” terangnya.
Namun, masyarakat kerap salah kaprah menganggap semua penyakit kelamin adalah AIDS.
“Inilah pentingnya edukasi. Jangan sampai salah persepsi dan akhirnya malah takut berobat,” imbuhnya.
Menurut Sumarno, peningkatan kasus PMS juga dipengaruhi faktor sosial ekonomi, seperti pekerjaan di sektor informal dan jauhnya pasangan suami istri karena tuntutan kerja.
“Banyak kasus muncul pada mereka yang bekerja jauh dari keluarga dan akhirnya mencari pelampiasan di luar,” jelasnya.
Untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut, Dinkes terus menggiatkan sosialisasi di tempat kerja, kawasan hiburan malam, hingga pesantren dan sekolah.
“Kami ingin semua lapisan masyarakat paham bahwa perilaku berisiko membawa dampak jangka panjang,” ujarnya.
Selain edukasi, pemeriksaan rutin juga dilakukan di fasilitas kesehatan agar kasus dapat ditemukan sejak dini.
“Kalau terdeteksi cepat, bisa langsung diobati. Jangan menunggu sampai parah,” pesan Sumarno.
Ia berharap, kesadaran masyarakat meningkat sehingga penyakit menular seksual bisa ditekan secara signifikan di Kutim. (K/AdvKominfo)









