
VIDETIMES – Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) pada Dinas Pariwisata Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat upaya pengembangan potensi lokal melalui program pembinaan dan kolaborasi lintas sektor. Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Akhmad Rifanie, menjelaskan bahwa sektor ekraf kini menjadi salah satu fokus pengembangan pemerintah daerah karena memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di tingkat UMKM.
Menurutnya, Bidang Ekraf memikul tanggung jawab penting dalam mendorong kreativitas masyarakat pada 17 subsektor ekonomi kreatif, mulai dari kuliner, fesyen, kerajinan, hingga seni pertunjukan. Akhmad menegaskan bahwa Kutim memiliki sumber daya manusia kreatif yang melimpah, namun masih membutuhkan pendampingan dari sisi pemasaran, digitalisasi, dan peningkatan kualitas produk.
“Kita tidak hanya membina, tetapi melakukan pendampingan menyeluruh. Mulai dari penguatan branding, sertifikasi, sampai membuka akses pasar. Ini agar pelaku ekraf kita bisa naik kelas,” ujarnya,Senin (1/12/2025)
Ia menambahkan bahwa tahun ini pihaknya menekankan program berbasis kolaborasi dengan komunitas, pelaku usaha, hingga pihak swasta. Pendekatan ini dinilai penting untuk membentuk jejaring yang mampu memperluas pasar dan menciptakan peluang usaha baru. Selain itu, Bidang Ekraf juga tengah mendorong pemanfaatan teknologi digital agar produk lokal dapat bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di pasar regional dan nasional.
Akhmad juga menyebutkan bahwa pengembangan ekraf tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, berbagai pelatihan dan workshop dirancang agar pelaku industri kreatif mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar saat ini.
“Kami ingin memastikan pelaku ekraf Kutim punya daya saing, stabilitas usaha, dan keberlanjutan. Kolaborasi adalah kunci,” tegasnya.
Dengan langkah ini, Dinas Pariwisata berharap ekosistem ekonomi kreatif di Kutai Timur semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah. (K/AdvKominfo)









