
VIDETIMES – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memiliki misi strategis di balik masifnya pembenahan infrastruktur wisata dalam dua tahun terakhir. Fokus utamanya bukan sekadar menarik turis asing, melainkan “menahan” ribuan karyawan perusahaan tambang dan perkebunan agar tidak menghabiskan uang liburan mereka di kota tetangga.
Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Nurullah, menyoroti fenomena rutin setiap akhir pekan, di mana kerap terjadi eksodus warga Kutim menuju Bontang atau Samarinda untuk mencari hiburan. Kondisi ini dinilai merugikan ekonomi daerah karena perputaran uang justru dinikmati kabupaten/kota lain.
”Kita berupaya karyawan yang kerja di Kutai Timur ini jangan keluar ke Bontang atau Samarinda. Kita ingin mereka menikmati destinasi wisata yang ada di sini saja,” tegas Nurullah, Selasa (2/12/2025)
Menurut Nurullah, potensi belanja dari para pekerja sektor industri ini sangat besar. Siklus liburan Jumat hingga Minggu menjadi momen krusial. Jika destinasi lokal tidak memadai, uang tersebut otomatis mengalir keluar, mematikan potensi UMKM di sekitar objek wisata lokal.
Strategi Dispar kini adalah meningkatkan standar kenyamanan fasilitas. Pembangunan toilet bersih, gazebo, hingga perbaikan akses jalan di destinasi seperti Pantai Marang dan kawasan pesisir lainnya dilakukan agar “daya saing” wisata Kutim meningkat.
Nurullah menekankan bahwa target pasarnya saat ini sangat realistis: memuaskan warga sendiri terlebih dahulu sebelum membidik pasar global.
”Enggak usah dulu orang luar, yang penting orang sini dulu bisa menikmati. Kalau mereka betah, uang berputar di sini, kesejahteraan masyarakat lokal pasti meningkat,” pungkasnya. (K/AdvKominfo)









