
VIDETIMES – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, meluruskan informasi yang beredar terkait dugaan adanya proyek multiyears di salah satu desa di wilayah Boneo Baru. Ia menegaskan bahwa pekerjaan yang berjalan saat ini bukanlah bagian dari proyek jangka panjang, melainkan sekadar penambahan pekerjaan yang harus diselesaikan tahun ini.
Ardiansyah menjelaskan, penambahan tersebut merupakan bagian dari kebutuhan teknis di lapangan agar pekerjaan dapat rampung sesuai target. “Itu bukan multiyears. Itu hanya menambah pekerjaan yang hari ini berjalan karena memang harus ada penyelesaian tahun ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, proyek multiyears yang sebenarnya baru akan dimulai pada tahun depan. Sementara pekerjaan yang ada sekarang merupakan lanjutan kecil yang diharapkan selesai dalam waktu dekat. “Multiyears-nya tahun depan. Yang sekarang ini mudah-mudahan dalam satu bulan bisa sampai dua kilometer selesai,” ujarnya.
Menanggapi laporan warga dan pemerintah desa mengenai beberapa jembatan yang disebut belum tersentuh pekerjaan, Ardiansyah membenarkan bahwa memang ada bagian yang belum dikerjakan. “Memang belum. Ada beberapa yang belum, jadi belum bisa kita selesaikan semua,” katanya.
Sementara itu, ia juga menyinggung adanya sejumlah persoalan teknis yang membuat beberapa pekerjaan di lapangan mengalami perlambatan. Meski demikian, pemerintah memastikan penyelesaian tetap diupayakan semaksimal mungkin sesuai dengan waktu dan anggaran yang tersedia.
Ardiansyah berharap masyarakat tidak salah memahami informasi dan dapat menunggu proses penyelesaian sesuai tahapan. Ia meminta seluruh pihak untuk tetap berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun kontraktor agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kebingungan baru.
“Yang jelas, ini bukan multiyears. Ini penyelesaian pekerjaan yang harus kita tuntaskan di tahun ini. Tahun depan baru kita lanjutkan proyek multiyears yang sudah direncanakan,” tegasnya. (Adv/Kominfo)









