
VIDETIMES – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi isu serius yang memerlukan penanganan khusus dan pembahasan yang lebih komprehensif. Hal ini disampaikan setelah menerima berbagai laporan serta masukan dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mulai dari Dandim, Kapolres, Kajari, Lanal, hingga Ketua DPRD.
Menurut Ardiansyah, seluruh pihak menyampaikan informasi, data, serta persoalan yang berkaitan dengan kasus kekerasan yang terjadi di masyarakat. Karena itu, ia menilai isu tersebut tidak dapat dibahas dalam satu kali pertemuan saja. “Materi ini sangat krusial sehingga tidak mungkin kita bahas hanya dalam satu pertemuan. Kita ingin mendapatkan rekomendasi yang implementatif karena ini persoalan yang sangat mendasar,” tegasnya Senin, (1/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa materi tersebut akan kembali dibawa dalam rapat perwakilan pada bulan depan. Melalui pertemuan lanjutan itu, pemerintah daerah berharap dapat merumuskan langkah-langkah yang lebih efektif dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak.
Saat ditanya apakah pemerintah akan menyiapkan regulasi khusus untuk memperkuat upaya perlindungan tersebut, Bupati menyebutkan bahwa kemungkinan tersebut terbuka. Namun, keputusan pasti akan dibahas pada rapat berikutnya. “Nanti akan kita bahas di bulan depan apakah ada usulan regulasi. Kita cek lagi semua masukan yang masuk,” ujarnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa pembahasan regulasi harus matang agar tidak hanya sebatas rumusan, tetapi benar-benar bisa diterapkan dan menjawab persoalan kekerasan yang terjadi. “Kita ingin hasil pembahasan ke depan menghasilkan rekomendasi yang implementatif,” tambahnya.
Dengan langkah ini, pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk memberikan perlindungan lebih kuat bagi perempuan dan anak di Kutai Timur, sekaligus memastikan koordinasi dengan seluruh unsur Forkopimda berjalan efektif. (K/AdvKominfo)









